Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggiatkan program petani milenial lada putih guna mewujudkan industrialisasi komoditas ekspor unggulan di daerah itu.
"Alhamdulillah, lada putih menjadi salah satu fokus pemerintah pusat untuk program hilirisasi perkebunan ini," kata Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Babel Erwin Krisnawinata di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menyiapkan anggaran program hilirisasi perkebunan Rp300 triliun dan lada putih atau muntok white pepper dari Kepulauan Babel termasuk komoditas program hilirisasi tersebut.
"Untuk mendapatkan progam hilirisasi perkebunan ini, Kementan telah memberikan syarat bagi pemerintah daerah untuk memperbanyak calon petani dan menyiapkan lahan baru perkebunan lada putih ini," katanya.
Ia mengatakan dalam mewujudkan program hilirisasi perkebunan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel mendorong pemerintah kabupaten untuk mengoptimalkan program petani milenial untuk meningkatkan minat generasi muda untuk berkebun lada.
"Kita harus bergerak cepat dan menyiapkan strategi-strategi yang tepat untuk meningkatkan jumlah petani lada yang semakin berkurang," katanya.
Ia mengatakan berdasarkan jumlah pekebun lada putih di Kepulauan Babel selama 2024 sebanyak 41.916 orang, 2023 sebanyak 44.257 orang, 2022 sebanyak 51.358 orang, 2021 sebanyak 55.999 orang, 2020 sebanyak 61.891 orang dan 2019 sebanyak 62.672 orang.
"Saat ini pekebun lada ini didominasi petani lanjut usia, karena minat generasi muda untuk berkebun lada ini kurang dan kita harus bekerja keras agar program hilirisasi perkebunan ini," katanya.
