Pangkalpinang (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggencarkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), guna menurunkan angka kasus anak stunting di daerah itu.
"Saat ini stunting masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya daerah ini," kata Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kepulauan Babel Fazar Supriadi Sentosa di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan Genting ini merupakan salah satu langkah Kemendukbangga/BKKBN Kepulauan Babel dalam menyukseskan program nasional dalam mengentaskan stunting guna meningkatkan tumbuh kembang anak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan data kasus dan risiko stunting nasional terbaru, angka anak stunting masih berada di kisaran 19,8 persen atau 4,4 juta anak lahir dengan risiko stunting.
Sementara itu, angka kasus atau risiko di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2024, sebesar 20,1 persen dan Kota Pangkalpinang tercatat 17,3 persen atau turun 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya 20,1 persen.
"Saat ini, Genting ini dilakukan secara lintas sektor, lintas level pemerintahan provinsi, kabupaten, kota, dunia usaha, dan masyarakat untuk menekan stunting ini," katanya.
Ia menyatakan prioritas bantuan Genting ini, di antaranya bantuan nutrisi merupakan pemberian makanan lengkap siap santap yang kaya protein hewani dan kecukupan gizi untuk mencegah stunting.
"Jenis bantuan nutrisi ini, yaitu kurang dari sembilan bulan, nutrisi selama tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, dua tahun, dan nutrisi selama 1.000 hari," katanya.
Selain itu, Genting ini juga memberikan rumah layak huni, jamban bersih, air bersih, dan dapur bersih.
"Bantuan pendukung Genting ini, yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan stunting ini," katanya.
