Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meningkatkan peran posyandu di seluruh desa sebagai sarana pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi gizi, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
"Pemeriksaan rutin di posyandu merupakan langkah awal untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga, juga sebagai modal utama membangun masyarakat yang tangguh dan produktif," kata Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman usai kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Desa Kayu Besi, Kecamatan Namang, Selasa.
Ia mengimbau masyarakat tidak ragu mendatangi posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta mendapatkan edukasi pola hidup sehat.
Menurut dia, melalui layanan Gerakan Posyandu Aktif masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan kesehatan dan pangan berkualitas.
“Biasakan mengonsumsi makanan sehat, bergizi, dan bermanfaat agar kualitas hidup kita semakin meningkat,” ujarnya.
Pemkab Bangka Tengah, lanjut dia, terus memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memperluas jangkauan pelayanan kesehatan preventif di wilayah pedesaan.
Posyandu dianggap efektif karena berbasis komunitas dan melibatkan langsung masyarakat dalam upaya kesehatan.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan gizi, penimbangan balita, pelayanan imunisasi, serta distribusi makanan tambahan berbahan pangan lokal.
Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit menular.
Pemkab Bangka Tengah berharap posyandu tidak hanya menjadi tempat layanan kesehatan, tetapi juga pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan keluarga sehat, produktif, dan mandiri.
