Sungailiat (ANTARA) - Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Boy Yandra mengatakan perpustakaan inklusi memberikan layanan disabilitas atau penyandang kebutuhan khusus.
Hal itu dikatakan Boy Yandra saat membuka kegiatan pertemuan pemangku kepentingan program Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), di Sungailiat, Selasa.
"Dengan layanan yang dirancang khusus perpustakaan inklusi, penyandang disabilitas dapat membaca buku braille, audiobook, atau teknologi assistif termasuk juga layanan terapi wicara atau kegiatan sensorik," jelasnya.
Bahkan, kata Boy Yandra, perpustakaan inklusi dapat mengadakan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran tentang disabilitas, seperti seminar, workshop, atau diskusi.
Tujuan penting yang lain dari perpustakaan inklusi, dapat melakukan kegiatan intergenerasi, di mana dalam melaksanakan kegiatan melibatkan generasi berbeda, seperti program "Buku untuk Lansia" atau "Lansia Membaca untuk Anak-anak".
"Untuk program bahasa untuk imigran, perpustakaan dapat menawarkan program bahasa untuk imigran, seperti kelas bahasa Indonesia atau konseling bahasa," kata Boy Yandra.
Menurut dia, transformasi perpustakaan berbasis inklusi memiliki beberapa tujuan dan manfaat seperti, meningkatkan aksesibilitas dan kesetaraan akses informasi bagi semua pengguna, termasuk mereka yang memiliki disabilitas atau kesulitan lainnya.
"Meningkatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perpustakaan. Meningkatkan kualitas layanan perpustakaan yang lebih responsif dan inklusif," ujarnya.
Manfaat yang diperoleh dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi yakni, meningkatkan literasi informasi dan digital bagi masyarakat, meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang keberagaman dan inklusi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses informasi yang lebih luas, serta meningkatkan reputasi dan citra perpustakaan sebagai lembaga yang inklusif dan responsif.
Boy Yandra menilai dengan transformasi perpustakaan berbasis inklusi, perpustakaan dapat menjadi lebih relevan dan bermanfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
