Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengimbau para pedagang tidak melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 untuk mencegah kelangkaan dan lonjakan harga di pasaran.
“Permintaan terhadap bahan pokok biasanya meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru, sehingga harus dipastikan pasokan aman dan tidak terjadi kelangkaan,” kata Algafry di Koba, Kamis.
Ia menegaskan penimbunan hanya akan merugikan masyarakat dan menimbulkan gejolak harga.
“Saya imbau pedagang tidak melakukan penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga. Jika pasokan lancar dan persediaan cukup, harga bisa tetap terkendali,” ujarnya.
Menurut dia, sebagian besar pasokan bahan pokok di Bangka Tengah berasal dari Palembang, Lampung, dan Pulau Jawa, sehingga kelancaran distribusi menjadi perhatian serius, terlebih menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah juga menggencarkan operasi pasar bekerja sama dengan Bulog dan instansi terkait untuk menjaga keterjangkauan harga.
“Langkah ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah gejolak sosial,” tambah Algafry.
Algafry juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Menurut dia, pola belanja yang rasional akan membantu menjaga kestabilan stok dan harga di pasaran.
“Kami berharap masyarakat tidak panik. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok tetap aman selama periode Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
