Koba, Babel (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan persediaan beras dan kebutuhan pokok lainnya dalam kondisi aman dan mencukupi hingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepala Disperindagkop-UKM Bangka Tengah Irwandi di Koba, Jumat, mengatakan ketersediaan beras maupun bahan pokok lain masih mencukupi berdasarkan data dari sejumlah distributor dan Perum Bulog setempat.
“Untuk saat ini stok aman sampai Nataru dan belum ada gejolak terkait harga pangan di pasar,” ujar Irwandi.
Ia merinci, ketersediaan beras dari tiga distributor besar di wilayah Bangka Tengah terdiri dari beras premium sebanyak 3.288 ton dan beras medium 1.097 ton dari CV SAL. Distributor tersebut juga menyuplai gula 173 ton, kedelai 271 ton, dan bawang putih 12 ton.
CV Elisabeth menyiapkan stok beras 160 ton, gula 67 ton, dan kedelai 5 ton. Sementara CV Bina Purnama memiliki 125 ton beras, 193 ton garam, 61 ton gula, dan 74 ton kedelai.
Selain itu, Perum Bulog Pangkalpinang mengamankan stok tambahan berupa beras medium sebanyak 600 ton dan 800 ton lainnya dalam perjalanan menuju gudang.
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok, Disperindagkop-UKM Bangka Tengah melakukan pemantauan intensif ke distributor serta melaksanakan operasi pasar melalui kegiatan pasar murah.
Disperindagkop-UKM menggelar kegiatan pasar murah secara rutin di empat kecamatan yaitu Kecamatan Pangkalanbaru, Koba, Simpangkatis, dan Sungaiselan untuk pengendalian inflasi dan memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Pasar murah ini sangat membantu dalam meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang libur akhir tahun, sekaligus menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok di tingkat konsumen," tutup Irwandi.
