Pangkalpinang (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat generasi Z dan milenial dominan membuat pertumbuhan investor saham di Bangka Belitung (Babel) mencapai 16.000 meski jumlah penduduk Babel hanya 1,5 juta jiwa.
Kepala Perwakilan BEI Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi mengatakan sepanjang tahun 2025 ini pertumbuhan investor saham di Bangka Belitung naik 16 ribu investor meski jumlah penduduk Bangka Belitung sangat terbatas hanya 1,5juta.
Obrolan tentang saham, investasi di kalangan Anak muda terus ada meski di warung kopi. Meski pendidikan mereka hanya SM, tapi yang menjadi investor saham paling tinggi itu dominan Anak-anak lulusan SMA, setelah itu barulah pegawai atau pekerja swasta.
"Para investor baru ini mayoritasnya gen z dan milenial. Mereka lebih terbuka dengan informasi, gadget dan hal-hal baru, jadi mereka lebih kritis, rasa ingin tahu mereka cukup tinggi," kata Fahmi kepada media saat menggelar workshop wartawan dan media gathering di Pangkalpinang, Sabtu.
Fahmi mengatakan kalangan masyarakat Bangka Belitung mayoritasnya banyak pengusaha sehingga Anak-anaknya, mereka gen z dan milenial juga sudah diajarkan tentang dunia keuangan.
Bagaimana mereka bisa berusaha, mengelola keuangan jadi mereka cukup akrab dengan dunia investasi, bahkan sejak saat ini banyak yang tertarik untuk ikut literasi dan edukasi keuangan dan investasi yang digelar oleh kita Bursa Efek Indonesia," terangnya.
Menurutnya pemahaman terkait investasi untuk masyarakat Bangka Belitung hampir sama dengan daerah lain, namun untuk pertumbuhan investor yang cukup tinggi itu salah satunya Bangka Belitung.
"Dari data sekarang, jumlah investor mendominasi Anak-anak muda Indonesia yang sudah banyak mulai paham tentang finansial finance, dimana mereka berada selalu bicara investasi," ujarnya.
Fahmi menambahkan, BEI Babel mencatat tahun 2025 adalah tahun yang penuh tantangan, namun pasar modal cukup optimis menghadapi kondisi apapun terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kondisi pasar modal tahun 2025 ini angkanya survive, sangat luar biasa karena menyentuh angka tertinggi sepanjang masa baik dari penciptaan investor dan pertumbuhan IHSG.
"Dan di 2025 dengan banyaknya literasi, kepemilikan saham sudah banyak dimiliki oleh investor domestik, jadi Bursa Efek Indonesia selalu optimis ekonomi kita terus tumbuh," ujarnya.
Jumlah investor saham di 2024 lalu masih 14 juta, tahun ini target Bursa Efek Indonesia itu penambahan 2 juta meski rasanya agak berat, namun per Oktober jumlah investor sudah mencapai 19,5 juta artinya pertumbuhan sudah lebih dari 4 juta.
"Dan Bangka Belitung mengikuti arahnya, target kami BEI Babel pertumbuhan 9 ribu investor, namun di November tumbuh 16 ribu dan sekarang jumlah investor kita sudah lebih dari 80 ribu," ujarnya.
Begitu juga untuk pertumbuhan saham di Bangka Belitung sangat menggembirakan untuk 2025, mengikuti pertumbuhan ekonomi walaupun di Babel banyak yang memberi pesan ke bursa bahwa pertumbuhan investasi bodong juga cukup tinggi.
"Investasi bodong di Babel tumbuh cukup tinggi, meski itu arisan online atau lain sebagainya karena literasi yang kurang belum sampai ke daerah pelosok," ujarnya.
Sebagai upaya mencegah masyarakat agar tidak terlibat dalam investasi bodong, Bursa Efek Indonesia Bangka Belitung yang ditargetkan Menggelar 360 kegiatan sepanjang tahun 2025, sampai Oktober kemarin BEI Babel sudah melakukan 860 kegiatan.
"Kegiatan-kegiatan ini bukan hanya di lakukan oleh BEI, namun channel dan teman-teman bursa juga terbantu dari adanya 25 galeri investasi edukasi BEI Babel di berbagai wilayah," tutup Fahmi.
