Pangkalpinang (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Melati menyerahkan dua unit alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa power thresher kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kelurahan Kelapa dan Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (3/12).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program aspirasinya sebagai anggota Komisi IV yang membidangi sektor pertanian. Penyerahan alsintan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, perwakilan DPRD Provinsi dan Kabupaten Bangka Barat, Ketua KTNA Babel, serta para ketua gapoktan.
Melati mengatakan bantuan tersebut diharapkan mempercepat proses pascapanen dan meningkatkan efisiensi kerja petani.
“Ini adalah program aspirasi saya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI. Ke depan, saya berharap jumlah peralatan yang dapat kita salurkan semakin banyak,” ujar Melati dalam keterangan yang diterima di Pangkalpinang, Kamis (4/12).
Baca juga: Melati kawal penyaluran paket bantuan pangan di Bangka Barat
Ia menjelaskan bahwa perpindahannya ke Komisi IV terjadi menjelang akhir tahun sehingga sebagian besar alokasi program telah berjalan. Karena itu, ia menargetkan dapat memperjuangkan lebih banyak bantuan dan dukungan pertanian bagi masyarakat Bangka Belitung mulai tahun depan.
Melati juga menyebut modernisasi pertanian melalui penyediaan alsintan selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto terkait kedaulatan pangan nasional. Menurut dia, penggunaan power thresher dapat mempermudah pekerjaan petani, menghemat waktu, serta meningkatkan kualitas hasil panen.
Bantuan tersebut disambut baik oleh petani. Joko, Ketua Kelompok Tani Asri Lestari, mengatakan mesin baru itu sangat membantu.
Baca juga: Melati syukuri gelar Pahlawan Soeharto
“Sebelum ada bantuan, kami merontokkan gabah secara manual. Capek dan lama, apalagi alat lama sudah belasan tahun. Dengan alat baru ini, pasti kerja kami lebih mudah,” ujarnya.
Melati menegaskan bahwa penyaluran alsintan dilakukan secara selektif berdasarkan hasil verifikasi kebutuhan kelompok tani sebagai upaya percepatan modernisasi pertanian di daerah.
Baca juga: Melati tekankan pentingnya kejelasan norma dalam pengelolaan dana haji
