Sungailiat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyiagakan 53 petugas untuk memantau perkembangan potensi banjir di sejumlah titik di wilayah itu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka Rusmansyah, di Sungailiat, Jumat, mengatakan, 53 petugas disiagakan memantau sejumlah titik rawan banjir menyusul imbauan dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung potensi banjir pesisir pada periode 29 Desember 2025.
"Teknis di lapangan kami bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan pemerintah desa," jelas dia.
Ia mengatakan, wilayah di Kabupaten Bangka yang berpotensi banjir di daerah sebagian Sungailiat, Kecamatan Pemali, dan sebagian tempat di Kecamatan Belinyu.
"Saya minta masyarakat terutama di tiga daerah itu yang diketahui berpotensi banjir supaya meningkatkan kewaspadaan, pastikan aliran air tidak ada sumbatan yang dapat menghambat air mengalir," kata Rusmansyah.
Dia mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait jika banjir terjadi. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses penanganan atau bantuan jika dibutuhkan.
"Pentingnya kewaspadaan guna menjaga keselamatan masyarakat dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul," kata dia.
Berdasarkan informasi dari BMKG Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, sejumlah kecamatan di Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka, Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur berada dalam kategori wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang Slamet Supriyadi pada Rakor Lintas Stakeholders Terkait Mitigasi Bencana, di Pangkalpinang, mengatakan, potensi hujan intensitas tinggi ini karena dipicu dinamika atmosfer aktif seperti munculnya aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO).
"Perubahan cuaca ini tentunya akan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Bangka Belitung," katanya.
