Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyalurkan bantuan peralatan industri kepada pelaku UMKM yang tergabung dalam sembilan kelompok usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Senin, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat dukungan bagi sektor UMKM yang saat ini mencapai 25.972 pelaku usaha.
Menurut dia, bantuan peralatan usaha merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mikro.
“Bantuan ini kami maksudkan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas produksinya. Kami minta peralatan dijaga dan tidak dipindahtangankan, apalagi dijual, karena program ini diberikan untuk mendorong UMKM berkembang,” katanya.
Adapun sembilan kelompok UMKM penerima manfaat yaitu Warung Enak, Mulia Cake, Ulum Karya, Gang Simba, Mayami, Terserahlah, Anggrek, Benteng Jaya, dan Jaya Lestari. Kelompok-kelompok ini bergerak di berbagai bidang usaha, mulai dari kuliner, pengolahan makanan, hingga perdagangan.
Efrianda juga mengapresiasi peran lembaga perbankan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Bank Sumsel Babel.
Menurut dia, kolaborasi pemerintah daerah dan perbankan menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembinaan UMKM, terutama terkait akses pembiayaan.
“Terima kasih kepada Bank Sumsel Babel yang turut melakukan sosialisasi KUR. Ini menunjukkan dukungan nyata perbankan agar pelaku usaha semakin mudah mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Kepala DisperindagkopUKM Bangka Tengah Irwandi menjelaskan sejumlah jenis peralatan usaha yang disalurkan dalam program tersebut, antara lain kompor gas, oven gas, blender, mesin pres minuman, termos, dan perlengkapan usaha lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.
“Peralatan ini diberikan setelah melalui proses pendataan kebutuhan di lapangan. Kami berharap bantuan yang diterima benar-benar digunakan untuk menunjang kegiatan usaha, bukan untuk kepentingan lain," ujarnya.
Pemerintah daerah sudah memberikan dukungan, tinggal bagaimana pelaku UMKM memanfaatkannya agar usaha mereka berkembang lebih cepat.
Pihaknya terus berkomitmen memperluas jangkauan program serupa di tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh fasilitas pengembangan usaha.
