Pangkalpinang (ANTARA) - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing menegaskan pentingnya konsolidasi dan penyamaan visi misi jajaran dalam pelaksanaan Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polda Babel 2025 yang digelar di Gedung Tribrata Mapolda Babel, Selasa.
Apel yang dipimpin Kapolda dan didampingi Wakapolda Brigjen Pol Tony Harsono itu dihadiri para pejabat utama Polda, seluruh Kapolres, Kapolsek, serta perwira perwakilan dari berbagai satuan kerja. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Apel Kasatwil Polri tingkat nasional yang sebelumnya dilaksanakan di Cikeas.
“Apel ini menjadi momentum untuk mengkonsolidasikan seluruh Kapolres dan Kapolsek sekaligus menyamakan persepsi dalam mengimplementasikan arahan pimpinan terkait kamtibmas, penegakan hukum, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Irjen Viktor.
Kapolda menyampaikan bahwa agenda utama apel adalah memperkuat kesiapan jajaran menghadapi pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta mengantisipasi potensi bencana alam di wilayah Bangka Belitung. Selain itu, Polda Babel juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan guna memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Tidak ada tugas yang dapat diselesaikan tanpa koordinasi. Karena itu kami menghadirkan Gubernur dan Danrem untuk memberikan arahan dan masukan, sehingga seluruh unsur dapat bersinergi dalam pelaksanaan program ke depan,” ujarnya.
Selain fokus pada stabilitas keamanan dan peningkatan pelayanan publik, Kapolda menekankan bahwa isu-isu lokal seperti pertambangan dan kehutanan tetap menjadi perhatian utama jajaran kepolisian. Hal ini dilakukan untuk memastikan penegakan hukum berjalan optimal sekaligus mendukung kebijakan pemerintah daerah.
“Isu pertambangan dan kehutanan menjadi konsentrasi kami. Di sisi lain, kami juga mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan ekonomi agar masyarakat lebih sejahtera dan terhindar dari potensi gangguan kamtibmas,” kata Viktor.
Apel Kasatwil Polda Babel 2025 dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan agenda pemberian arahan dari berbagai narasumber, baik internal maupun eksternal. Rangkaian kegiatan juga mencakup pelaksanaan tactical floor game (TFG) sebagai simulasi penanganan berbagai situasi kamtibmas.
