Belitung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat sebanyak 346 warga di daerah itu terdampak banjir rob sepanjang 2025.
"Total ada sebanyak 346 warga yang terdampak musibah banjir rob di sepanjang 2025," kata Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Agus Supriadi di Tanjungpandan, Rabu.
Menurut dia, sebanyak 346 warga yang terdampak banjir rob tersebut berasal dari tiga kelurahan dan enam desa di daerah itu.
Agus menyebutkan, adapun warga yang terdampak banjir rob di Kelurahan Tanjungpendam sebanyak 42 Kepala Keluarga (KK), Kelurahan Pangkallalang, 66 KK, dan Kelurahan Kota sebanyak 26 KK.
Disampaikan, selanjutnya jumlah warga yang terdampak banjir rob di Desa Juru Seberang sebanyak 113 KK, Desa Sijuk 15 KK, Desa Terong 11 KK, Desa Selat Nasik 64 KK, Desa Suak Gual empat KK, dan Desa Cerucuk lima KK.
"Ketinggian air banjir rob bervariasi mulai dari mata kaki sampai betis orang dewasa," ujarnya.
Ia menjelaskan, banjir rob tersebut terjadi akibat pasang tinggi air laut yang merendam permukiman masyarakat khususnya di kawasan pesisir pada Desember 2025 lalu.
BPBD Belitung, lanjut dia, sebelumnya juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah pesisir setempat agar mewaspadai ancaman potensi banjir rob.
Dikatakan, imbauan ini disampaikan menyusul adanya imbauan potensi banjir rob yang dikeluarkan oleh BMKG.
"Kami juga sebelumnya sudah memetakan kawasan atau wilayah rawan banjir rob khususnya di pesisir," katanya.
