Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman menekankan pentingnya peran posyandu sebagai lembaga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas kesehatan masyarakat desa.
"Peran Posyandu sangat strategis untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan minimal lima kader, serta memberikan layanan kesehatan sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lansia,” kata Algafry di Koba, Jumat.
Algafry mengatakan berdasarkan data tahun 2024 terdapat 142 posyandu di Bangka Tengah, dengan 140 posyandu aktif dan dua tidak aktif. Jumlah kader posyandu tercatat sebanyak 1.228 orang.
Ia menjelaskan transformasi layanan primer yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadikan posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Sebagai langkah percepatan penerapan Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Kesehatan telah menggelar Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Tim Pembina Posyandu.
“Melalui forum ini diharapkan lahir rumusan aksi yang mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana,” ujarnya.
Algafry berharap posyandu dapat menjalankan fungsi promotif dan preventif secara optimal untuk mewujudkan masyarakat Bangka Tengah yang sehat dan sejahtera.
Ketua Tim Pembina Posyandu Bangka Tengah, Eva Fidia Lestari mengatakan, fungsi posyandu saat ini tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan, tetapi juga melibatkan berbagai bidang lain seperti pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
“Karena itu diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan implementasi Posyandu enam SPM berjalan efektif. Hasil diskusi yang dilakukan menunjukkan kesiapan untuk segera melaksanakan program tersebut,” kata Eva.
Ia juga mengharapkan dukungan seluruh pihak, khususnya peran aktif kader posyandu, agar program dapat berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar pelayanan terpadu yang berkualitas benar-benar terwujud dan mampu meningkatkan kesehatan ibu, anak, serta masyarakat secara luas,” ujarnya.
