‎Anggota DPRD Belitung Minta P (ANTARA) - ‎Angota DPRD Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mastoni meminta Pemerintah Kabupaten Belitung dapat segera memperbaiki insfratruktur jalan tembus Air Buntar - Mentigi di Kecamatan Membalong yang mengalami kerusakan kurang lebih sepanjang 7 KM.

‎"Jalan tembus Air Buntar - Mentigi kondisinya mengalami kerusakan parah kurang lebih sepanjang 7 KM," katanya dalam sidang paripurna DPRD Belitung di Tanjungpandan, Senin.

‎Menurutnya, kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh adanya aktivitas truk pengangkut tanah liat milik salah satu perusahaan yang beroperasi di Desa Perpat.

Dikatakan, truk-truk tersebut setiap harinya melintas di jalan tersebut menuju ke Desa Mentigi sehingga membuat kondisi jalan mengalami kerusakan.

‎"Kerusakan disebabkan karena banyaknya truk yang mengangkut tanah liat dari Desa Perpat dibawa ke pelabuhan Mentigi untuk dikirim ke luar daerah, itu setiap hari lewat  jalan itu," ujarnya.

‎Ia sebelumnya juga sudah sempat berkoordinasi dengan pihak perusahaan tersebut agar truk-truk pengangkut tanah liat dapat melewati jalan alternatif.

‎"Namun sampai saat ini tidak ada tindaklanjut mereka karena jalan ini fasilitas umum bukan hanya masyarakat Desa Mentigi yang melewati jalan itu, ada masyarakat dari Dusun Sabong juga, karena jalan itu adalah jalan alternatif ke Membalong termasuk dilalui oleh anak-anak sekolah," katanya.

‎Ia mendesak agar pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap kondisi kerusakan jalan Air Buntar - Mentigi tersebut.

‎Diketahui pula bahwa aktivitas pengangkutan tanah liat tersebut tidak mengantongi izin atau kajian Analisis Dampak Lalulintas (Andalin).

‎"Namun sampai saat ini yang membuat saya kesal mengapa kegiatan pengangkutan tanah liat ini tidak dihentikan padahal Andalin tidak ada. Sedangkan saya sudah berkoordinasi dengan pihak DPUPR Belitung bahwa jalan tersebut tidak bisa dibangun jika masih ada aktivitas pengangkutan itu karena percuma saja pasti rusak," ujarnya



Pewarta: Apriliansyah
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026