Pangkalpinang, Babel (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat nilai ekspor dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Januari 2026 mencapai 157,93 juta dolar AS atau naik 109 persen dibandingkan Januari 2025, yang 75,57 juta dolar AS.

"Kenaikan nilai ekspor ini, karena meningkatnya ekspor timah Babel ke negara-negara Asia," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Babel, Selasa.

Ia mengatakan nilai ekspor komoditas timah dari Kepulauan Bangka Belitung selama Januari 2026 mencapai 131,81 juta dolar AS atau naik 203,3 persen dibandingkan Januari 2025 (yoy), yang 43,50 juta dolar AS.

Sementara itu, ekspor komoditas nontimah pada Januari 2026 tercatat 26,12 juta dolar AS atau turun 18,55 persen dibandingkan dengan Januari 2025
yang sebesar 32,07 juta dolar AS.

"Timah dari Provinsi Kepulauan Babel sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia, di mana Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya," katanya.

Ia menyatakan selama Januari tahun ini, sebanyak 66,93 persen ekspor timah dikirim ke Tiongkok dengan nilai sebesar 88,23 juta dolar AS.

Sementara, Korea Selatan dengan porsi ekspor timah 14,96 persen dan Singapura 7,06 persen serta selanjutnya Belanda dan Taiwan.

"Lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 96,25 persen terhadap total ekspor timah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia. Adapun total nilai ekspor kelima negara tujuan tersebut pada Januari 2026 tercatat sebesar 126,87 juta dolar AS," katanya.

Ia menambahkan nilai ekspor timah ke lima negara terbesar tujuan ekspor pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025 (yoy) tumbuh sebesar 249,31 persen.

Ekspor ke Singapura tercatat tumbuh 322,13 persen, Tiongkok tumbuh sebesar 228,07 persen, dan Korea Selatan tumbuh sebesar 204,20 persen.

"Belanda merupakan negara dengan pertumbuhan tertinggi hingga 916,43 persen," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026