Pangkalpinang (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama PT Pertamina Patra Niaga Perwakilan Babel memantau stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, guna mengantisipasi aksi borong BBM di daerah itu.
"Kita bersama Pertamina turun langsung ke SPBU-SPBU memastikan situasi tetap kondusif," kata Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel Renaldi di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan kegiatan kali ini dilakukan di SPBU 24331151 di Jalan Alexander, Kelurahan Air Itam, SPBU 2333111 di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pasir Garam, Kecamatan Pangkalbalam, SPBU 2433169 di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pangkalpinang.
Selanjutnya, ke SPBU Selindung Baru, SPBU 24331104 di Jalan RE Martadinata, Opas Indah Kecamatan Taman Sari dan SPBU 24331116 di Bacang, Kecamatan Bukit Intan.
"Pemantauan ini penting, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi panic buying (aksi borong)," ujarnya.
Ia mengakui dalam kegiatan pemantauan ini, sudah terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang di sejumlah SPBU, karena masyarakat termakan isu BBM langka dampak perang yang terjadi di Timur Tengah.
"Kita tidak hanya memantau tetapi juga melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang berada di area SPBU guna mengantisipasi praktik pengetapan atau 'ngerit' BBM yang berpotensi menimbulkan kelangkaan bahan bakar minyak di masyarakat," katanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat terkait untuk memastikan kelancaran distribusi energi, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena ketersediaan BBM dan elpiji terjamin dan penyaluran dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026