Moskow (ANTARA) - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius telah berkoordinasi dengan para mitra Eropa untuk mengirimkan 30 rudal pencegat Patriot PAC-3 ke Ukraina, serta rudal tambahan dari cadangan Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) dengan total sekitar 35 unit, demikian laporan surat kabar Der Spiegel, Selasa (10/3) mengutip sejumlah sumber.
Kepada Der Spiegel, Kementerian Pertahanan Jerman memastikan bahwa pengiriman tahap baru sedang direncanakan, dan menyatakan Jerman berhasil meyakinkan para mitra untuk menyediakan rudal PAC-3 tambahan.
Demi alasan keamanan, perwakilan kementerian menolak memberikan rincian mengenai jumlah pasti maupun jadwal pengiriman rudal tersebut.
Di luar paket bantuan tersebut, Jerman juga berencana memasok lebih banyak sistem pertahanan udara kepada Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara portabel atau MANPADS, rudal AIM-9 dan IRIS-T, serta suku cadang untuk sistem Patriot dan IRIS-T, kata perwakilan kementerian.
Perwakilan tersebut menambahkan bahwa Jerman akan terus mendukung pengembangan pertahanan udara Kiev.
Pada Februari, Pistorius mengatakan bahwa Berlin akan memasok lima rudal pencegat PAC-3 tambahan kepada Kiev apabila negara-negara lain menyumbangkan total 30 rudal jenis tersebut.
Rusia berulangkali menyatakan bahwa pasokan senjata Barat kepada Ukraina menghambat penyelesaian konflik militer dan menjadikan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai pihak dalam krisis tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah memperingatkan bahwa setiap kargo yang memuat senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi militer Rusia.
Pewarta: Fransiska NindityaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.