Pangkalpinang (ANTARA) - Pelaku usaha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah pasokan 325 ton minyak goreng, guna mengantisipasi kenaikan harga dampak meningkatnya permintaan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

"Penambahan pasokan ini untuk memperkuat stok minyak goreng menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini," kata Kepala Disperindag Kepulauan Babel, Subekti Saputra di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan saat ini stok minyak goreng di 12 gudang distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 139,6 ton dan dengan adanya penambahan pasokan ini, maka total stok minyak goreng dalam pekan ini sebanyak 464,6 ton.

"Kami dapat pastikan stok minyak goreng mencukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat menyambut Idul Fitri tahun ini," ujarnya.

Ia menyatakan hasil pemantauan harga minyak goreng di tingkat pedagang eceran di Pasar Pembangunan Pangkalpinang menjelang lebaran tahun ini masih relatif stabil.

Misalnya, harga minyak goreng kemasan premium masih bertahan Rp19.333 per liter, harga minyak goreng merek Minyakita bertahan Rp15.700 per liter.

"Saat ini permintaan minyak goreng ini sudah mulai mengalami peningkatan dan diperkirakan terus meningkat hingga H-1 Lebaran Idul Fitri nanti," katanya.

Menurut dia, dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng ini, pelaku usaha hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah, karena belum adanya pabrik pengolahan minyak goreng di daerah ini.

"Alhamdulillah, hingga saat ini pasokan minyak goreng masih berjalan lancar dan diperkirakan stok kebutuhan pokok masyarakat ini akan terus bertambah, karena pelaku usaha melakukan pemasokan minyak goreng secara kontinyu," katanya.

 



Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026