Kedatangan Melati disambut langsung oleh Pemimpin Cabang Perum Bulog Bangka, Ahmad Mukromin, S.H., M.M., beserta jajaran.
Dalam peninjauannya, Melati menekankan pentingnya koordinasi antara Bulog dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan yang biasanya terjadi selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
“Fokus kami di Komisi IV DPR RI adalah memastikan negara hadir dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Kita tidak ingin ada kekhawatiran terkait kelangkaan stok atau kenaikan harga yang tidak terkendali di Bangka Belitung menjelang Idulfitri,” ujar Melati.
Selain mengecek ketersediaan stok, ia juga memperhatikan kualitas komoditas pangan yang tersimpan di gudang Bulog, mulai dari beras, gula pasir, hingga minyak goreng. Melati meminta Bulog tetap proaktif melakukan intervensi pasar melalui program stabilisasi apabila terjadi gejolak harga di tingkat masyarakat.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Bangka, Ahmad Mukromin, menjelaskan bahwa stok pangan yang dikelola Bulog saat ini berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami mengapresiasi perhatian dari Ibu Melati selaku anggota DPR RI. Koordinasi dengan berbagai pihak terus kami lakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga ke pasar dan masyarakat,” ujar Ahmad.
Melati juga menyoroti pentingnya pengawasan distribusi pangan agar tepat sasaran serta mencegah praktik penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, ia menekankan pentingnya ketersediaan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar tradisional guna menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi IV DPR RI dalam memastikan tata kelola pangan nasional berjalan optimal hingga ke tingkat daerah.
Melati berharap dengan ketersediaan stok yang mencukupi, masyarakat Bangka Belitung dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.