Pangkalpinang (ANTARA) - PT Asia Surya Perkasa (ASP) main dealer Honda Bangka Belitung (Babel) menggelar buka puasa bersama sebagai rangkaian kegiatan tahunan untuk mempererat tali silaturahmi dan kerjasama yang semakin baik kedepan.
"Ini giat tahunan kita, lebaran nusantara honda yang selalu ada setiap tahunnya agar hubungan yang selama ini terjalin semakin akrab," kata HC2 Manager Honda Babel, Suryanto di Pangkalpinang, Senin.
Suryanto mengatakan mengusung tema "Lebaran Nusantara Honda", Honda Babel kembali merajut kebersamaan di buka puasa. Wisata dengan awak media, brand ambasaddor Honda Babel dan FLP terbaik serta customer loyal Honda Babel.
"Disini kita berharap silaturahmi terus terjaga karena tanpa mereka Honda Babel tidak bisa sendirian menggapai harapannya," terang Suryanto.
Di kesempatan ini Honda Babel juga memperkenalkan produk terbarunya yakni New Scoopy dan all New variabel 125 street yang baru diluncurkan awal tahun 2026 ini sebagai salah satu produk terbaik yang cocok untuk segala segmen.
'Penjualan kedua produk ini sangat baik karena cocok untuk segala segmen," ujarnya.
Selama bulan ramadhan ini Honda Babel juga menghadirkan beragam promo menarik yang berlaku hingga akhir bulan untuk melengkapi lebaran Anda dengan sepeda motor Honda.
"Honda tidak pernah berhenti untuk terus berinovasi dengan mengeluarkan produk-produj terbaru sesuai kebutuhan konsumen. Tunggu kejutan berikutnya, disertai promo yang banyak sekali," tutup Suryanto. *
[03.45, 16/3/2026] Elza: Menyemai Benih Empati, Ratusan Narapidana Ikuti Bukber dengan Keluarga di Rutan Muntok
Aroma kolak menyeruak di antara lorong sel Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Muntok, Bangka Barat sore itu, Jumat 13 Maret 2026. Sambil menunggu adzan Magrib berkumdang, ratusan penghuni sel itupun dikumpulan di sebuah aula melalui arahan petugas sipir yang berjaga.
Gurat kebahagiaan pun tampak dari wajah para Warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat diberikan kesempatan untuk berbuka puasa bersama keluarganya. Mereka tersebut duduk bersila, beralaskan karpet tanpa sekat jeruji besi.
AM, seorang penghuni rutan, menuturkan momen buka puasa bersama itu jauh lebih bermakna daripada sekadar urusan mengisi perut. Ia menjelaskan kesempatan langka ini menjadi pelepas rindu akan kehangatan meja makan di rumahnya.
Ia mengaku sangat merindukan suasana berbuka puasa bersama keluarga. Baginya, sebutir kurma dan segelas kolak terasa jauh lebih mewah, jika disantap bersama keluarga tercinta.
"Makan bersama seperti ini membuat kami merasa masih dianggap sebagai manusia. Ini momen yang sangat mahal dan kami dirindukan," katanya.
Kerinduan itu pun membuncah saat Azan Magrib berkumandang. Suasana aula seketika berubah menjadi riuh oleh denting sendok. Para narapidana melontarkan senyuman manis dengan keluarga mereka.
Kepala Rutan Muntok, Andy Ferli menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari terapi psikologis untuk menguatkan mental WBP agar tidak kehilangan arah. Ia percaya bahwa dukungan keluarga merupakan faktor kunci dalam keberhasilan proses reintegrasi sosial setelah mereka bebas nanti.
"Negara hadir sebagai upaya untuk memanusiakan manusia. Kami berharap kegiatan ini mampu memantik semangat pertobatan mereka, agar setelah kembali ke masyarakat membawa semangat baru," ucapnya.
Tak hanya narapidana, para sipir pun larut dalam suasana hangat berbuka puasa saat mereka memboyong keluarga ke dalam lingkungan Rutan. Ferli menjelaskan bahwa kebersamaan ini sengaja diciptakan untuk menghilangkan wajah kaku penjara menjadi lebih manusiawi melalui balutan silaturahmi.
"Dengan menghadirkan keluarg, kami sedang menyemai benih empati di Rutan. Kami ingin tumbuh bersama menjadi manusia yang lebih baik," ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi, melayangkan apresiasi terhadap kegiatan itu. Ia menilai, langkah ini adalah bagian dari upaya mengetuk kesadaran WBP untuk menebus masa lalu.
Ia juga mewanti wanti para petugas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para WBP. Ia memandang bahwa integritas petugas adalah cermin dari keberhasilan reformasi di balik jeruji besi.
"Bagi para petugas, teruslah berikan pelayanan terbaik bagi WBP dan keluarganya. Jadikan semua ini ladang ibadah," kata Gunawan.
Usai berbuka puasa, ruang pertemuan itu berubah menjadi tempat sujud bersama. Doa-doa dipanjatkan agar Ramadan kali ini menjadi titik balik bagi para penghuni rutan untuk meninggalkan masa lalu yang kelam.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026