Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya meningkatkan literasi anak-anak dan pelajar melalui kegiatan Ramadhan Kreatif yang digelar sejak 25 Februari 2026.
"Kita ingin memberikan pengalaman berbeda kepada para siswa, dimana pesantren kilat ini kita tidak hanya memberikan siraman rohani, namun juga literasi islami dan kegiatan kreatif lainnya melalui Kegiatan Ramadhan Kreatif yang dilaksanakan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bangka Barat," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Farouk Yohansyah di Mentok, Rabu.
Program tersebut menghadirkan narasumber Sandy Wijaya, yang memberikan materi mengenai nilai-nilai literasi dalam Perspektif Islam, pembinaan karakter generasi muda, serta pentingnya budaya membaca sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan spiritual.
Selain kegiatan pesantren kilat kepada para pelajar tingkat SMP dan SMA, Perpusda Babar juga menyelenggarakan kegiatan Ramadan Kreatif yang diikuti anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK).
Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti membaca cerita islami, mewarnai gambar bertema Ramadhan, serta pengenalan buku-buku anak yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak usia dini.
Kegiatan pesantren kilat dan Ramadhan Kreatif ini merupakan bagian dari upaya perpustakaan daerah dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih luas bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
"Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pembinaan karakter. Melalui kegiatan pesantren kilat dengan tema literasi Islami serta kegiatan Ramadhan Kreatif bagi anak-anak TK, kami berharap perpustakaan dapat menjadi ruang yang menyenangkan untuk belajar sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pengembangan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang tidak hanya fokus pada literasi umum, tetapi juga literasi keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif dan ramah anak.
"Kami ingin menghadirkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup, tempat anak-anak dari berbagai jenjang usia dapat datang, membaca, belajar, dan mengikuti berbagai kegiatan edukatif. Melalui kegiatan Ramadhan Kreatif bagi anak-anak TK serta pesantren kilat bagi pelajar SMP dan SMA, perpustakaan diharapkan dapat menjadi pusat literasi yang dekat dengan masyarakat," katanya.
Dengan adanya rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan Perpusda Bangka Barat semakin berperan sebagai pusat literasi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang memberikan kontribusi positif bagi pembentukan generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan berwawasan luas.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026