Manado (ANTARA) - Setelah gempa tektonik yang mengguncang barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Provinsi Maluku Utara, pada Kamis pagi, sisi barat Gedung KONI Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, rusak.

"Aparat keamanan saat ini sementara melakukan bersih-bersih puing reruntuhan bangunan Gedung KONI," kata Humas Basarnas Sulawesi Utara (Sulut) Nuriadin Gumeleng di Manado, Kamis.

Pada proses bersih-bersih puing tersebut, masih ada material yang belum bisa dibersihkan karena menggantung pada bangunan utama.

"Sejauh ini aktivitas di sekitar bangunan KONI sudah mulai berlangsung seperti biasa," katanya.

Untuk korban jiwa usai gempa bumi Kamis pagi, kata dia, satu orang meninggal dunia, sementara satu korban lainnya patah kaki karena melompat.

"Korban yang mengalami cedera patah kaki sudah mendapat penanganan," ujar Nuriadin Gumeleng.

Basarnas Sulawesi Utara, kata dia, tetap bersiaga dan terus memutakhirkan data korban ataupun kerusakan yang terjadi setelah gempa utama.

"Kami berharap warga berhati-hati dan mengikuti arahan dari pemerintah. Tetap tenang dan mencari informasi dari BMKG," ujarnya.

Baca juga: Ada 29 gempa susulan pasca-gempa utama di Ternate-Bitung Kamis

Baca juga: Gempa 7,6 magnitudo di Bitung picu gelombang tsunami kecil

Sebelumnya pada Kamis 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6, sementara episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,27 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.

Baca juga: BMKG sebut gempa Pulau Batang Dua-Ternate akibat deformasi kerak bumi

Baca juga: Gempa magnitudo 7,6 terasa hingga Gorontalo



Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026