Pangkalpinang (ANTARA) - Universitas Bangka Belitung (UBB) memperingati Dies Natalis ke-20 dengan mengusung tema “Dua Dekade Berdikari Membangun Negeri” di Balai Utama De-Universitaria Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Kabupaten Bangka, Senin.
Rektor UBB, Profesor Ibrahim, mengatakan peringatan dua dekade perjalanan UBB ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Peringatan Dies Natalis ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi civitas akademika dan alumni, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dengan masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, peringatan tersebut menjadi momen istimewa karena menandai dua dekade perjalanan UBB dalam membangun negeri sejak pertama kali menerima surat keputusan pendirian universitas pada 12 April 2006.
Dalam dua dekade usianya yang kini memasuki Lustrum ke-4 dan Dies Natalis ke-20, UBB telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada awal berdirinya, UBB hanya memiliki 13 program studi (prodi), yang kini berkembang menjadi 36 program studi di bawah naungan enam fakultas.

Dari sisi jumlah mahasiswa, UBB juga mengalami peningkatan pesat. Jika pada awal berdiri hanya memiliki sekitar 1.000 mahasiswa aktif, maka pada 2025 jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 10.000 mahasiswa yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, serta dari Sulawesi Utara hingga Nusa Tenggara Timur.
“Dengan daya tampung mahasiswa baru setiap tahun sekitar 3.000 orang, jumlah peminat juga terus meningkat, terakhir mencapai 11.000 pendaftar pada 2025,” kata Ibrahim.
Menurutnya, capaian tersebut mungkin tidak terlalu signifikan bagi perguruan tinggi di wilayah daratan dan perkotaan, namun bagi daerah kepulauan, angka tersebut merupakan hal yang impresif dan membanggakan.
Ia menjelaskan, wilayah kepulauan yang sebelumnya dikenal sebagai daerah asal untuk merantau, kini telah menjadi tujuan bagi para pelajar dan pejuang perguruan tinggi negeri.
UBB menargetkan jumlah mahasiswa aktif mencapai 12.000 pada 2026, meningkat menjadi 13.000 pada 2027, dan 14.000 pada 2028.
Di usia dua dekade ini, UBB didukung oleh sekitar 700 tenaga akademik, staf, dan tenaga penunjang yang tersebar di dua kampus, yakni Kampus Balunijuk dan Kampus Air Itam.
Dari sisi maturitas kelembagaan Badan Layanan Umum (BLU), UBB juga mencatat peningkatan. Kontribusi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) terhadap total belanja meningkat dari 20,4 persen pada 2024 menjadi 34,5 persen pada 2025, dan ditargetkan mencapai 45 hingga 50 persen pada 2026.
Sepanjang 2025, UBB mencatatkan diri sebagai klaster utama dalam pemeringkatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebesar 79,6. Selain itu, dalam pemeringkatan keterbukaan informasi oleh Komisi Informasi Pusat, UBB meraih predikat tertinggi, yakni informatif.
Dalam beberapa tahun terakhir, skor SINTA UBB juga terus mengalami peningkatan. UBB tercatat berada pada posisi 67 nasional dalam UI GreenMetric dan peringkat ke-78 berdasarkan pemeringkatan EduRank.
Di bidang kemahasiswaan, UBB mencatat sekitar 100 prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.
Pada sektor penelitian dan pengabdian, UBB juga terus menunjukkan peningkatan jumlah dan nilai kerja sama. Pada 2025, tercatat sebanyak 154 penelitian dan 35 kerja sama mitra dengan total dana sebesar Rp18,3 miliar yang melibatkan berbagai lembaga mitra eksternal, baik di dalam maupun luar negeri.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan mitra di bidang riset maupun kelembagaan akademik.
Dari sisi kompetensi dosen, UBB telah memiliki enam guru besar yang seluruhnya berasal dari internal kampus. Selain itu, terdapat 33 lektor kepala yang tengah didorong untuk menjadi guru besar, sementara 39 persen dosen lainnya berada pada jabatan lektor dan sebagian lainnya pada jabatan asisten ahli.
“Kondisi ini mencerminkan karakter kampus yang masih berkembang dengan dosen-dosen muda yang energik,” ujar Ibrahim.
Ia menambahkan, saat ini terdapat 51 dosen UBB yang sedang menempuh pendidikan doktoral di berbagai negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, dan Austria.
Dalam kurun satu tahun terakhir, UBB juga mencatat penambahan tiga guru besar dan 16 lektor kepala baru.
“Pada momen Dies Natalis ini, seluruh civitas akademika turut bergembira atas capaian tersebut, termasuk dikukuhkannya tiga guru besar perempuan yang diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya ilmuwan-ilmuwan baru di Indonesia,” kata Ibrahim.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026