Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan warga di Pulau Bangka banyak yang menunda keberangkatan ibadah umrah sebagai dampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

"Banyak warga yang menunda dulu berangkat ibadah umrah ke tanah suci Makkah," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang Ahmad Khumaidi di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan penerbitan paspor periode Triwulan I 2026 mengalami penurunan sekitar 30 persen dan salah satu penyebab penurunan ini, karena adanya konflik di Timur Tengah," katanya. 

Ia mengatakan konflik di wilayah Timur Tengah yang terjadi sejak Februari 2026 berdampak langsung terhadap perjalanan masyarakat ke luar negeri, khususnya perjalanan ibadah ke Tanah Suci Makkah

"Sejak terjadinya konflik di Timur Tengah ini, penerbangan-penerbangan tertentu yang transit di Qatar, Dubai dan Istambul terganggu semua sehingga banyak perjalanan terganggu," ujarnya.

Ia menyatakan berdasarkan pengakuan warga, mereka menunda perjalanan ibadah umrah karena keamanan yang tidak kondusif akibat konflik wilayah Timur Tengah.

"Kita sudah menanyakan kepada masyarakat alasan menunda berangkat umrah dan mereka menjawab kondisi keamanan tidak kondusif yang dapat mengancam keselamatan saat menjalankan ibadah di tanah suci," katanya.

Ia menambahkan pihaknya selama periode Triwulan I Tahun 2026 telah menerbitkan 2.826 paspor, yakni 291 paspor biasa dan 2.535 paspor elektronik. Wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pangkalpinang mencakup, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat dan Bangka Selatan.

"Penerbitan paspor periode triwulan pertama tahun ini mengalami penurunan sekitar 30 persen dan salah satu penyebab penurunan ini, karena adanya konflik di Timur Tengah," katanya.

 



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026