Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengoptimalkan tata laksana penanganan penyakit kaki gajah atau filariasis melalui pemantauan rutin, skrining, dan intervensi berbasis lokasi, sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit menular di daerah itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Tengah Zaitun di Koba, Jumat, mengatakan penanganan filariasis dilakukan secara berkelanjutan dengan memasukkan penyakit tersebut sebagai salah satu prioritas dalam program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P).

Ia menjelaskan upaya pengendalian dilakukan melalui skrining aktif di masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kasus.

"Ini kita lakukan untuk mendeteksi secara dini potensi penularan, sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau," kata Zaitun.

Menurut dia, filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria dan penularannya perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, kata dia, pendekatan penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan tenaga kesehatan serta dukungan masyarakat.

"Selain skrining, penanganan juga dilakukan berbasis lokus, yakni dengan memfokuskan intervensi di lingkungan tempat penemuan kasus," ujarnya.

Pendekatan ini dinilai efektif untuk memutus rantai penularan karena penanganan dilakukan langsung pada sumber risiko di lapangan.

Tenaga medis, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap kondisi penderita dengan memberikan terapi dan pengobatan sesuai standar.

Upaya tersebut, lanjutnya, untuk mencegah terjadinya komplikasi sekaligus menekan kemungkinan penularan lebih lanjut.

Zaitun mengatakan pola penanganan yang terstruktur dan berkelanjutan tersebut menjadi kunci dalam menjaga kondisi filariasis tetap terkendali di Bangka Tengah.

Meskipun demikian, lanjut dia, masyarakat tetap diimbau untuk berperan aktif dalam pencegahan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari faktor risiko penularan.

Kendati penyakit ini terkendali dan jumlah penderita tidak bertambah yaitu sebanyak 10 kasus, namun warga tetap harus waspada.

"Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, sangat penting dalam mendukung upaya eliminasi filariasis sehingga daerah ini terbebas dari penyakit kaki gajah secara menyeluruh," ujar Kepala Dinkes Bangka Tengah Zaitun.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026