Pangkalpinang (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya memastikan dana pembangunan 106 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).
"Belum ada satupun pembangunan SPPG di Kepulauan Babel menggunakan APBN," kata Sony Sanjaya saat menghadiri Rapat Konsolidasi Program MBG di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan saat ini sudah ada 106 SPPG di Kepulauan Bangka Belitung tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur untuk menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat penerima manfaat di daerah itu.
Jumlah penerima manfaat Program MBG di Kepulauan Babel sebanyak 252.951 orang dengan rincian 207.812 peserta didik dan 45.149 non-peserta didik seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui.
Baca juga: BGN: 900 SPPG wilayah 3T akan dioperasikan dukung MBG daerah terpencil
Sementara itu, jumlah relawan di 106 SPPG tersebut sebanyak 4.550 orang dan supplier sebanyak 1.271 supplier yang tersebar di enam kabupaten dan satu kota di Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
"Satu tahun pelaksanaan MBG di Kepulauan Babel ini seluruh anggaran pembangunan SPPG-nya adalah investasi dari masyarakat. Oleh karena itu, dapat saya pastikan tidak ada anggaran pemerintah untuk pembangunan SPPG ini," ujarnya.
Baca juga: BGN: 65 persen masyarakat Indonesia perlukan MBG
Ia menyatakan saat ini ada SPPG di Kepulauan Babel yang dinonaktifkan karena adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan pemerintah.
"Operasional SPPG ini dinonaktifkan untuk sementara, karena adanya kejadian menonjol terkait kualitas MBG yang disalurkan dan sarana serta prasarana dapur yang tidak memenuhi SOP," katanya.
Baca juga: BGN: Pemerintah setiap hari alirkan Rp3,9 miliar untuk MBG di Babel
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026