Toboali, Bangka Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menangani permasalahan sampah yang di daerah itu.
"Hari ini kita melaksanakan rakor lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait pengelolaan sampah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Selatan Hefi Nuranda di Toboali, Jumat.
Ia mengatakan, pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, masyarakat, maupun dunia usaha.
"Dengan sinergi yang kuat dan komitmen bersama, kita optimistis pengelolaan sampah di Bangka Selatan dapat semakin baik," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menangani permasalahan sampah di antaranya peningkatan pengelolaan sampah di 16 lokasi, penanganan tempat pembuangan sampah (TPS) liar, serta perluasan cakupan layanan pengelolaan sampah.
Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan fasilitas seperti TPS 3R, TPST, bank sampah, hingga pengembangan alternatif pengolahan seperti Refuse Derived Fuel (RDF) guna mengurangi beban timbulan sampah di TPA.
Hefi mengatakan, dalam aspek KIE, pemerintah daerah juga akan menyusun strategi komunikasi yang melibatkan berbagai OPD serta pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, dunia usaha, institusi pendidikan, komunitas, hingga media.
KIE sendiri merupakan strategi intervensi sosial yang bertujuan membangun kesadaran, pemahaman, serta perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berbasis ekonomi sirkular.
"KIE menjadi bagian penting dalam indikator penilaian Adipura yang menekankan pada perubahan perilaku masyarakat. Untuk itu saya berharap seluruh OPD berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas sektor," ujarnya.
Ia menambahkan, penilaian Adipura merupakan instrumen evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah yang mengedepankan pendekatan lebih substansial, terukur, dan berorientasi jangka panjang.
"Tm dari KLH telah melakukan peninjauan lapangan selama tiga hari, dengan melihat langsung kondisi pengelolaan sampah serta melakukan wawancara terkait perilaku dan budaya masyarakat," ujarnya.
Pewarta: RusdiyantoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026