Pangkalpinang (ANTARA) - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadikan Pangkalbalam sebagai pelabuhan bongkar muat crude palm oil (CPO) terbesar di Kepulauan Babel, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

"Kita terus berinovasi dan  memoderenisasi  fasilitas pelabuhan dalam mengoptimalkan layanan bongkar muat komoditas unggulan di Kepulauan Babel ini," kata Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam, Alamsyah di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan Pelabuhan Pangkalbalam yang berada di Kota Pangkalpinang merupakan Ibukota Provinsi Kepulauan Babel telah mengoperasi terminal multipurpose yang meliputi delapan dermaga yaitu Dermaga Beton, Dermaga Sheet Pile 1, Dermaga Sheet Pile 2, Dermaga Beton, Dermaga Perahu Layar, Dermaga Ketapang I, Trestle Dermaga Beton dan Dermaga Perahu Layar, sehingga telah menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di Negeri Serumpun Sebalai ini.

Berdasarkan data, PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam selama 2025 telah melayani throughput sebanyak 1,6 juta ton dengan dominasi curah cair CPO sebesar 33,24 persen.

Sementara itu, pada Triwulan I Tahun 2026 telah melayani bongkar muat sebesar 391.624 ton, dengan porsi curah cair atau CPO mencapai 35,18 persen, sehingga PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam terus berinovasi untuk memperkuat dan mempercepat layanan bongkar muat barang di pelabuhan tersibuk di Pulau Bangka itu.

"Kita terus berinovasi menerapkan sistem portable drop tank yang dilengkapi pompa submersible, sehingga penanganan  CPO ini menjadi lebih efektif dan menurunkan port stay serta labor wage," katanya.

Ia menekankan perubahan penggunaan fasilitas sistem portable drop tank sebagai bentuk respons perusahaan terhadap berbagai tantangan operasional untuk mempercepat durasi layanan bongkar muat CPO yang semakin tinggi, seiring luas perkebunan kelapa sawit dan potensi lalu lintas serta ekspor produk kelapa sawit dan turunan yang sangat tinggi.

Berdasarkan data BPS, luas perkebunan sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2025 mencapai 355.065 hektare dengan potensi produksi CPO 3 ton per hektare, PKS 15 ton per hektare dan kernel 7,5 ton per hektare.

"Alhamdulillah, inovasi tidak hanya mempercepat layanan bongkar muat CPO tetapi juga memberikan dampak positif pada aspek health, safety, security and environment (HSSE) yang bersifat ramah lingkungan, inovasi dapat mencegah terjadinya pencemaran air, udara dan perairan," katanya.

Pasang "oil boom" cegah pencemaran lingkungan 

 Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam, Alamsyah menyatakan PTP Nonpetikemas telah memasang perangkat oil boom, guna mengantisipasi pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak di pelabuhan tersebut.

"Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga lingkungan sungai dan laut di lingkungan pelabuhan ini," katanya.

Ia mengatakan bongkar muat CPO dan turunannya di Pelabuhan Pangkalbalam ini sangat tinggi, sehingga kami telah menyiapkan oil boom beserta kapalnya untuk mengatasi pencemaran lingkungan apabila terjadi tumpahan minyak CPO di pelabuhan ini.

"Saat ini sudah ada empat segmen oil boom. Satu segmen oil boom ini memiliki jangkauan 20 meter, sehingga total kemampuan perangkat oil boom untuk memblokir tumpahan minyak ini mencapai 80 meter," katanya.

Menurut dia, oil boom merupakan perangkat terapung yang dirancang khusus untuk mengurai dan memisahkan antara minyak dengan air, sehingga sangat efektif dalam penanggulangan tumpahan minyak sebelum proses pembersihan lebih lanjut.

"Kami sudah dua kali melakukan uji coba oil boom dan Alhamdulillah kami berhasil menanggulangi tumpahan CPO di kolam pelabuhan ini," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026