Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantu warga melestarikan Sedekah Bumi Dusun Peraceh sebagai bentuk kepedulian terhadap tradisi yang berlangsung di masyarakat.
"Sebagai salah satu bentuk pelestarian tradisi ini, selain kita bantu fasilitasi pelaksanaannya juga kita masukkan kegiatan ini sebagai salah satu kegiatan budaya tahunan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten bangka Barat Fachriansyah di Mentok, Jumat.
Sedekah Bumi Dusun Peraceh salah satu tradisi adat tahunan masyarakat yang masih terjaga dan dilaksanakan warga Desa Aimenduyung, Kecamatan Simpangteritip.
Tradisi ini, kata dia, bentuk ungkapan syukur masyarakat setempat kepada Tuhan atas hasil bumi, rezeki, dan keselamatan yang sudah diberikan Tuhan dalam setahun terakhir.
Rangkaian prosesi ritual adat dimulai dari doa bersama, kenduri atau makan bersama warga desa dan suguhan seni pertunjukan tradisional yang dilaksanakan di Balai Sanggar Lembah Sunyi Peraceh.
"Pada pelaksanaannya, selain memanjatkan doa syukur, warga juga meminta perlindungan untuk setahun ke depan. Tradisi ini penting untuk terus dilestarikan karena selain menjalankan nilai-nilai tradisi juga sebagai sarana mempererat silaturahim warga," katanya.
Tradisi ini juga sebagai upaya menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam tempat tinggal, tumbuh dan berkembang warga setempat dengan mengedepankan kearifan lokal terkait pola pertanian.
Ritual ini salah satu objek pemajuan kebudayaan daerah yang patut dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda karena selain sebagai kekayaan budaya, juga sarana mengeratkan silaturahim warga desa dan warga yang berada di sekitarnya.
"Kita berupaya bersama, fasilitasi anggaran sebesar Rp20 juta pada pelaksanaan kegiatan ini bisa menjadi salah satu stimulus dalam pelestarian dan pengembangan tradisi lokal dan semoga memberikan dampak positif terhadap pariwisata, khususnya wisata budaya di Bangka Barat," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.