Pangkalpinang (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyoroti peredaran narkoba di kawasan penambangan bijih timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tinggi.
"Sekarang ini, para pengedar dan bandar narkoba sudah terang-terangan menjual barang haram ini," kata Komjen Pol Suyudi Ario Seto di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah penambangan bijih timah yang dimanfaatkan para pengedar dan bandar untuk mengedarkan narkoba kepada masyarakat penambang.
"Kalau saya lihat Bangka Belitung ini aman-aman saja, tetapi jika kelihatannya aman saja dan tidak ada penyalahgunaan narkotika. Pasti ada pengedar dan penyalahgunaan narkoba di titik-titik tertentu, yaitu daerah tambang," katanya.
Menurut dia, dulu peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang banyak berada di tempat hiburan dan kos yang dilakukan secara sembunyi. Namun sekarang ini, para pengedar dan bandar sudah terang-terangan melakukan praktik jual beli narkoba.
"Saya berharap Kepala BNNP, Polda, TNI dan pemerintah daerah harus bertindak, karena para pengedar ini tidak takut-takut lagi untuk mencari keuntungan dan menghancurkan anak-anak di daerah ini," katanya.
Ia menyebutkan selain itu, upaya pencegahan peredaran narkoba harus tetap dilakukan.
"Kalau kita cuek dan tidak peduli dengan kekuatan dan basis para pengedar dan bandar narkoba yang sangat besar, tentu akan mengalahkan kita semua dan peredaran narkoba ini akan semakin merajalela untuk menghancurkan masa depan generasi bangsa ini," katanya.
Ia menegaskan seluruh aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan masyarakat harus kuat dan bergandengan tangan untuk memerangi peredaran narkoba untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.
"Butuh keberanian, kekompakan, kebersamaan dan jangan biarkan para pengedar ini bermain dan masuk ke daerah ini, karena mereka tidak hanya mencari keuntungan tetapi bagaimana merusak generasi daerah ini," katanya.
Pewarta: AprionisEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026