Koba, Babel (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menjadikan sekolah sebagai pusat pembudayaan keamanan pangan, untuk memperkuat penerapan konsumsi pangan yang aman, higienis, dan bergizi sejak dini.
Kepala BPOM Pangkalpinang Agus Riyanto dalam kegiatan rapat advokasi keamanan pangan bersama Pemkab Bangka Tengah di Koba, Selasa, mengatakan edukasi di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis karena menyasar langsung peserta didik, guru, dan penyelenggara pendidikan.
"Melalui sekolah, pembudayaan keamanan pangan dapat dilakukan secara berkelanjutan karena menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari," katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan advokasi keamanan pangan bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah merupakan bagian dari program prioritas nasional yang pada tahun ini difokuskan di daerah tersebut.
Rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi, bimbingan teknis, hingga pemeriksaan di lingkungan sekolah, desa, dan pasar guna memastikan pangan yang beredar memenuhi standar keamanan.
Selain siswa, edukasi juga difokuskan kepada penjamah makanan agar memiliki keterampilan dalam mengelola pangan secara higienis dan aman untuk dikonsumsi, terutama dalam mendukung penyediaan makanan bergizi di sekolah.
Menurut dia, penguatan pembudayaan keamanan pangan di sekolah menjadi penting dalam mendukung implementasi MBG yang membutuhkan jaminan kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
BPOM Pangkalpinang juga bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk memperluas jangkauan edukasi serta meningkatkan efektivitas pengawasan keamanan pangan di masyarakat.
"Permasalahan keamanan pangan masih kerap ditemukan sehingga perlu upaya pencegahan berkelanjutan melalui edukasi dan pengawasan, termasuk di lingkungan sekolah," ujarnya.
Ia berharap melalui peningkatan literasi dan pembudayaan keamanan pangan, sekolah dapat menjadi contoh dalam penerapan pangan aman dan bergizi bagi masyarakat luas.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.