Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan jumlah penduduk Kepulauan Babel hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 sebanyak 1.552.390 jiwa, dengan laju pertumbuhan mengalami perlambatan 1,34 persen per tahun dalam lima tahun terakhir.

"Selama periode 2010 hingga 2025, jumlah penduduk Kepulauan Babel bertambah 329,09 ribu jiwa," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan Sensus Penduduk (SP) 2010 jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 1.223.300 jiwa, SP 2020 sebanyak 1.455.680 jiwa dan jumlah penduduk hasil SUPAS 2025 sebanyak 1.552.390 jiwa tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.

"Hasil SUPAS 2025, jumlah penduduk laki-laki di Kepulauan Babel 795,93 ribu jiwa atau 51,27 persen dari seluruh penduduk, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 756,45 ribu jiwa atau 48,73 persen dari seluruh penduduk," katanya.

Ia menyatakan berdasarkan komposisi jenis kelamin tersebut, rasio jenis kelamin di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebesar 105, yang berarti terdapat sekitar 105 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Sementara itu, proporsi penduduk usia produktif (15 hingga 64 tahun) sebesar 69,86 persen, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil SP2010 yang sebesar 66,88 persen.

Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif (0 hingga 14 tahun dan 65 tahun ke atas) menunjukkan pola yang berbeda. Untuk kelompok umur 0 hingga 14 tahun mengalami penurunan dibandingkan SP2010, dari 29,47 persen menjadi 23,75 persen. Sedangkan untuk kelompok umur 65 tahun ke atas menunjukkan peningkatan dari SP2010, yaitu dari 3,65 persen menjadi 6,39 persen.

"Perubahan komposisi penduduk kelompok umur ini menunjukkan pergeseran struktur umur penduduk yang mulai menyempit di kelompok umur 0 hingga 14 tahun dan melebar di kelompok umur 15 hingga 64 tahun," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026