Sungailiat (ANTARA) - Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah peternak di daerah itu untuk menjamin aman dikonsumsi masyarakat.

"Pengawasan kesehatan hewan kurban baik sapi dan kambing guna memastikan hewan tersebut tetap terjaga kesehatan sampai pelaksanaan pemotongan di perayaan Idul Adha," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinpanpertan Kabupaten Bangka Krisnaningsih di Sungailiat, Rabu.

Ia mengatakan, pengawasan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan seperti mulut dan kuku (PMK) karena penyakit yang disebabkan oleh virus ini dapat menular ke hewan yang lain bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera mendapat pengobatan.

"Hewan kurban sapi dan kambing untuk kebutuhan masyarakat saat Idul Adha di Kabupaten Bangka sebagian besar dipasok dari luar pulau Bangka seperti, Jawa, Lampung dan daerah lain," katanya.

Dia mengakui, hewan yang masuk ke pulau Bangka sebelumnya sudah mendapat pemeriksaan kesehatan di daerah asal, tetapi karena proses perawatan selama beberapa minggu bahkan bulan di kandang oleh peternak, maka tetap harus dilakukan kembali pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan kata dia, pihaknya menerjunkan sejumlah dokter hewan didampingi oleh petugas kesehatan hewan. Jika dalam pemeriksaan itu didapati ada hewan atau sapi yang terinfeksi cacing hati, maka masih ada waktu satu bulan untuk pemulihan dan dilakukan kontrol untuk memulihkan kesehatan.

"Saya memprediksi kebutuhan hewan kurban tahun 2026 mengalami peningkatan hingga mencapai 20 persen dibanding kebutuhan yang sama tahun 2025 yang mencapai 1.144 ekor sapi dan 1.832 ekor kambing," ujar dia.

Prediksi kenaikan kebutuhan hewan kurban itu kata dia, berdasarkan dari minat masyarakat yang melakukan arisan hewan kurban yang dikoordinir oleh sejumlah pengurus masjid.

"Umat Muslim di Kabupaten Bangka selain berkurban secara pribadi, ada pula dengan cara arisan karena pertimbangan biaya lebih ringan," kata dia.

Krisnaningsih mengingatkan ke seluruh peternak hewan, untuk segera melapor ke pihaknya jika ditemukan ada hewan yang tidak sehat, supaya segera dilakukan pemeriksaan.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026