Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumhuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat sistem karantina secara digital di Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan Kabupaten Belitung, guna melindungi sumber daya alam hayati dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah itu.
"Kami berharap masyarakat yang akan melalulintaskan hewan, ikan dan tumbuhan untuk melapor ke karantina," kata Kepala BKHIT Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan, penguatan sistem karantina berbasis digital ini penting di Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin (TJQ) Tanjung Pandan Belitung ini, guna memastikan komoditas - komoditas unggulan baik hewan, ikan dan tumbuhan yang dilalulintaskan di bandara internasional ini terjamin kesehatannya, baik sehat secara kualitas maupun mutunya.
Selain memperkuat sistem karantina ini, BKHIT Kepulauan Babel juga menggencarkan kegiatan sosialisasi dan edukasi, guna meningkatkan kepatuhan masyarakat untuk melaporkan komoditas-komoditas yang akan dilalulintaskan ke negara lainnya.
"Kita berharap melalui pelayanan dengan digitalisasi sistem yang teritegrasi dengan kementerian dan lembaga lainnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya komoditas-komoditas strategis dan unggulan di daerah ini," katanya.
Menurut dia, pengawasan lalu lintas komoditas-komoditas wajib karantina di Pulau Belitung ini penting, mengingat Belitung dan Belitung Timur memiliki keindahan alam eksotik dan juga memiliki sumber daya hayati laut dan darat yang beragam.
"Keanekaragaman hayati di Pulau Belitung di laut maupun darat harus dijaga dengan baik. Jangan sampai masuk penyakit hewan, ikan dan tumbuhan berbahaya yang dapat mengancam kelestarian sumber daya hayati di daerah ini," katanya.
Ia menambahkan, program strategis Badan Karantina Indonesia ada tiga pilar diantaranya penguatan kelembagaan dengan memperluas branding institusi kepada seluruh elemen bahwa fungsi Badan Karantina ini untuk mendorong hilirisasi dengan dukungan institusi secara bersama-sama dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Selain itu, Badan Karantina Indonesia ini juga sebagai institusi di border yang dapat memperkuat pengawasan khususnya di pintu-pintu pemasukan komoditas-komoditas hewan, ikan dan tumbuhan, guna meminimalisasi perdagangan ilegal.
"Kita bersinergi dengan lembaga dan kementerian lainnya untuk mendorong hilirisasi perdagangan komoditas-komoditas wajib periksa maupun lapor untuk mengakseler "go ekspor", sehingga tujuan program ini dapat meningkatkan devisa negara dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.