Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melakukan tindakan cepat guna mencegah penyebaran penyakit malaria di Dusun Bubus dan Batu Atap Belinyu Bangka.

"Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah sedini mungkin penyebaran penyakit malaria di dua desa itu, setelah dinyatakan 15 orang positif malaria," kata Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Boy Yandra di Sungailiat, Minggu.

Ia mengatakan pencegahan penyebaran penyakit malaria dengan melakukan penyemprotan asap (fogging), pengobatan, pemberian berobat gratis bagi yang tidak masuk peserta BPJS Kesehatan, dan pemeriksaan darah semua warga Dusun Bubus dan Batu Atap.

"Belasan orang yang dinyatakan positif malaria itu diketahui setelah petugas kesehatan melakukan skrining dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) kepada 295 orang," ucapnya.

Selain 15 belas orang dinyatakan positif malaria, kata Boy Yandra, petugas kesehatan sebelumnya mencatat sebanyak 19 orang di dua dusun itu dinyatakan positif kasus yang sama.

"Kami masih melakukan penelusuran penyebaran kasus malaria untuk mengetahui penyebaran secara pasti mengingat tahun 2014 Kabupaten Bangka dinyatakan bebas malaria oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," ujar dia.

Menurut Boy Yandra yang menjabat Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Provinsi Kepulauan Babel, ada dugaan kasus malaria di Dusun Bubus dan Batu Atap Belitung, merupakan kasus impor atau dari warga pendatang, sebab di daerah itu banyak warga pendatang yang bekerja sebagai penambang bijih timah.

Setelah dilakukan upaya pencegahan dini penyebaran malaria, kata dia, masyarakat disarankan untuk meningkatkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), saat tidur supaya menggunakan obat nyamuk dan kelambu.

"Kami sarankan masyarakat segera ke puskesmas terdekat jika mengalami gangguan kesehatan, seperti mual, muntah, pusing kepala, dan badan merasa lemas," kata Boy Yandra.



Pewarta: Kasmono
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026