Koba, Babel (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat pengawasan partisipatif sebagai upaya mencegah potensi pelanggaran dan meningkatkan kualitas demokrasi menjelang Pemilu 2029.
Anggota Bawaslu Bangka Tengah Muhammad Tamimi di Koba, Selasa, mengatakan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) menjadi bagian penting dalam menjaga proses demokrasi berjalan jujur dan adil.
“Melalui program P2P, kami berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan mencegah potensi pelanggaran sejak dini,” kata Tamimi.
Pernyataan itu disampaikan Tamimi usai kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar secara daring dan diikuti seluruh Bawaslu provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia.
Ia mengatakan pengawasan partisipatif diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai potensi kerawanan pemilu, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengawal tahapan demokrasi.
Menurut dia, masyarakat dan penyelenggara pemilu harus berkolaborasi dalam menciptakan pemilu konstitusional, berkualitas dan berintegritas.
Tamimi juga mengatakan, kesiapan pengawasan harus dilakukan sejak dini kendati pesta demokrasi masih jauh agar seluruh proses demokrasi dapat berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi integritas.
“Pengawasan partisipatif merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kualitas demokrasi, meningkarkan kepedulian dan peran masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu,” ujarnya.
Ia berharap pendidikan pengawasan partisipatif mampu meningkatkan kepedulian publik terhadap pentingnya menjaga integritas dan kualitas demokrasi di daerah.
Bawaslu Bangka Tengah juga terus memperluas jangkauan edukasi pengawasan partisipatif hingga ke tingkat desa dan komunitas masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran publik dalam mengawal demokrasi.
"Peran generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengawasan pemilu tak kalah penting untuk mewujudkan pemilu yang transparan, jujur dan berintegritas," tutup Tamimi.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.