Toboali, Bangka Selatan (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sebanyak 39 warisan budaya daerah telah resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

"Saat ini Bangka Selatan memiliki 39 pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), terbanyak se-Bangka Belitung," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan Anshori di Toboali, Rabu.

Warisan budaya daerah tersebut mencakup karya budaya komunal, pengetahuan tradisional, sumber daya genetik, hingga indikasi asal khas daerah.

Ia mengatakan, pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan terhadap warisan budaya yang dimiliki masyarakat Bangka Selatan.

"Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam upaya pelestarian budaya daerah," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus menggali berbagai potensi budaya daerah untuk selanjutnya diusulkan dalam pencatatan KIK, agar warisan budaya Bangka Selatan tetap terjaga, terlindungi secara hukum, serta semakin dikenal luas oleh masyarakat.

"Melalui pencatatan KIK ini kami berharap seluruh warisan budaya dan potensi lokal daerah dapat terus lestari, memiliki perlindungan hukum, serta menjadi identitas budaya yang membanggakan masyarakat Bangka Selatan," ujarnya.

Adapun 39 Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Bangka Selatan tersebut meliputi berbagai kategori, di antaranya Ekspresi Budaya Tradisional, Pengetahuan Tradisional, Sumber Daya Genetik, dan Indikasi Asal.

Pada kategori Ekspresi Budaya Tradisional tercatat sejumlah seni dan tradisi khas daerah seperti Tari Gajah Manunggang, Tari Tigel, Kawin Herdek, Tari Nganten Herdek, Telo’ Seroja, Beraben Gasing, Kelintang Kaki, Mandi Besimbur, Pakaian Adat Sikapur Sirih, Pakaian Adat Lang Betedung, Pakaian Adat Punggawa, Hikuk Helawang, Lagu Gajah Menunggang, dan Lagu Tigel.

Selanjutnya pada kategori Pengetahuan Tradisional terdapat kuliner khas daerah seperti Kue Bolu Kuci, Belacan Habang, Bongkol, Lakso, Lempah Kuning, Mie Kuah Ikan, Sindeng, serta Pekasem Teritip.

Untuk kategori Sumber Daya Genetik, Bangka Selatan juga memiliki berbagai varietas lokal unggulan seperti Bigo Oren, Bigo Pungu, Pelem Lepar, Alpukat Roro, Bigo Ngutih, Bigo Ning, Bigo Ungu Dake, Bigo Ungu Dale, Tempalak Mirah, Tempalak Budu, Tempalak Punggor, Padi Kepal Wangi, Padi Pak Raden, Kelik Sulong, dan Bebiuuu.

"Pada kategori Indikasi Asal, terdapat dua produk khas daerah yang telah tercatat, yakni Kue Badak dan Bubur Jabak Desa Irat," ujarnya.



Pewarta: Rusdiyanto
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026