Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berupaya menggali berbagai potensi seni dan budaya lokal melalui lomba bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Kegiatan ini kesempatan bagi para guru untuk mengajak para peserta didik melakukan penggalian potensi seni dan budaya untuk dikembangkan menjadi karya yang akan memperkaya khasanah budaya," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat Teni Wahyuni di Mentok, Rabu.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut menyukseskan kegiatan tahunan Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional tingkat Kabupaten 2026.
"Mereka tampil penuh percaya diri mempertunjukkan kreativitas yang sudah dipelajari dengan tekun selama persiapan dan kami bangga seluruh peserta dan pendamping telah bersama-sama menjunjung nilai sportivitas," katanya.
Menurut dia, kegiatan yang digelar selama tiga hari sejak Senin (11/5) tersebut menjadi ajang mencari sahabat dan teman baru yang bisa dijadikan mitra untuk terus berkembang sesuai keahlian dan kesenangan masing-masing.
"Melalui kegiatan ini anak-anak bisa bersatu, saling mendukung, ini adalah pelajaran penting dalam setiap kegiatan lomba yang perlu terus dijaga dan dikembangkan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak kita," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru dan pendamping yang selama ini telah mencurahkan waktu, pikiran dan tenaga untuk menjadi contoh bagi para peserta didik yang ikut lomba.
"Para guru hebat ini akan menjadi contoh bagi anak-anak, untuk itu kami minta lakukan penggalian potensi peserta didik, selain itu terapkan juga dalam keseharian guna meningkatkan kemampuan, keterampilan dan karakter anak-anak kita," katanya.
Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa SD dan SMP tingkat Kabupaten Bangka Barat digelar mulai 11-13 Mei 2026 di Graha Aparatur Kompleks Pemkab Bangka Barat.
Kegiatan ini melombakan beberapa bidang seni dan sastra, yaitu pantomim, mendongeng, gambar bercerita, seni kriya, menyanyi solo, ansambel, ilustrasi, menulis cerita, musik tradisional, dan tari.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Barat Heru Warsito mengatakan kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen dalam menyeimbangkan perkembangan akademik dan non-akademik peserta didik.
"Ajang ini menjadi sarana efektif untuk mengarahkan kreativitas siswa ke arah positif sekaligus menjauhkan mereka dari aktivitas yang tidak produktif," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.