Tanjungpandan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung dan Perum Bulog Cabang Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan beberapa langkah strategis guna menjamin ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Cabang Belitung Syahrianza Rahman di Tanjungpandan, Kamis, mengatakan beberapa langkah strategis tersebut, yakni menjaga stok cadangan pangan pemerintah (CPP), melaksanakan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), dan operasi pasar apabila terjadi gejolak harga di masyarakat. 

"Kami juga melakukan pemantauan harga dan stok secara berkala untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga, terutama pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan periode rawan inflasi," jelasnya.

Pihaknya, lanjut dia, juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Belitung, dinas terkait, dan pelaku usaha guna memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar dan pasokan tetap terjaga.

Ia menjelaskan salah satu bentuk koordinasi tersebut adalah pelaksanaan kegiatan Gerakan Pasar Murah (GPM) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung di beberapa titik lokasi, yakni di Pasar Tanjung Pandan, Senin (11/5), di Kantor Kecamatan Tanjung Pandang, Rabu (13/5), dan di Kantor Desa Tanjung Rusa, Membalong, Belitung pada 21 Mei. 

Syahrianza menambahkan pihaknya berupaya menjaga kelancaran distribusi logistik kebutuhan pokok agar biaya distribusi dapat ditekan dengan menyalurkan beras SPHP dan minyak goreng ke seluruh mitra pengecer di Pulau Belitung sehingga harga di tingkat konsumen tetap stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Tercatat stok beras medium di gudang Perum Bulog Cabang Belitung sebanyak 877 ton, beras premium 22 ton dan minyak goreng 142.000 liter.

"Jumlah kebutuhan pangan pokok mampu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beberapa bulan ke depan," ungkapnya.



Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026