Sungailiat (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan edukasi ke masyarakat di daerah itu agar berpartisipasi mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
"Kami terus mengedukasi membangun kesadaran masyarakat ikut berpartisipasi meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah efektif mencegah penyebaran DBD," kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Bangka Anggia Murni di Sungailiat, Kamis.
Ia mengakui peran masyarakat berada diposisi dominan dalam pencegahan kasus DBD melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Berdasarkan data dari penanganan kasus DBD di masing-masing puskesmas, pada Mei 2026 tercatat angka kasus DBD mencapai 102 kasus dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Ratusan kasus DBD tersebut tersebar di layanan puskesmas yakni Puskesmas Sungailiat sembilan kasus, Puskesmas Sinar Baru (2), Puskesmas Kenanga (19), Pemali (4), Bakam (5), Belinyu (34), Gunung Muda (6), Riau Silip (7), Batu Rusa dan Puding Besar, masing-masing satu kasus, Petaling (12), dan Penagan (2).
"Temuan kasus DBD pada bulan Mei 2026 tersebut, merupakan angka kasus DBD terbanyak dibanding temuan kasus yang sama pada bulan April 2026 yang hanya 84 kasus," kata dia.
Anggia optimistis kasus DBD pada Juni 2026 dapat ditekan seminimal mungkin jika masyarakat di wilayah terdampak DBD memaksimalkan gerakan PSN.
"Penanganan dan pencegahan penyakit DBD menjadi perhatian serius karena hampir setiap bulan ditemukan meskipun angka kasus cenderung fluktuatif," kata dia.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.