Koba, Babel (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman, mengingatkan perusahaan kelapa sawit agar mematuhi ketentuan harga tandan buah segar (TBS) untuk menjaga stabilitas ekonomi petani sawit di daerah itu.
"Saat ini tren harga sudah mulai naik dengan kisaran Rp2.500 per kilogram, namun kita terus memantau sampai pihak perusahaan bisa menetapkan harga sesuai ketentuan yang berlaku," kata Algafry di Koba, Jumat.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan mengambil tindakan sesuai aturan apabila ditemukan perusahaan yang membeli TBS di bawah harga yang telah ditetapkan.
Menurut Algafry, perusahaan sawit harus merespons dengan baik Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2026 yang mengatur tata kelola penetapan harga TBS.
"Perusahaan sawit harus merespons dengan baik Permen Nomor 13 Tahun 2026, tentu semuanya harus mengikuti petunjuk yang telah disepakati," ujarnya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak, baik perusahaan maupun petani, memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan aturan pemerintah terkait tata niaga sawit.
"Kalau memang sudah ada keputusan terkait dengan harga, maka saya minta pihak perusahaan sawit mematuhi aturan tersebut," katanya.
Algafry mengingatkan pemerintah dapat memberikan teguran kepada perusahaan sawit yang membeli TBS tidak sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia mengatakan harga TBS sawit saat ini mulai menunjukkan tren kenaikan dan diharapkan dapat kembali stabil seperti sebelumnya.
"Sekarang harga memang sudah mulai naik, mudah-mudahan bisa kembali ke harga sebelumnya," ujar Algafry.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kata dia, terus melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan sawit dan instansi terkait guna memastikan penerapan harga TBS berjalan sesuai ketentuan.
Pemerintah daerah juga membuka ruang komunikasi dengan para petani untuk menerima laporan apabila ditemukan praktik pembelian TBS yang merugikan petani.
Menurut Algafry, stabilitas harga TBS sangat penting karena sektor perkebunan sawit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Bangka Tengah.
"Tentu kita berharap tren kenaikan harga sawit dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.