Koba, Babel (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman menginginkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di daerah itu mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa, dengan mengembangkan usaha berdasarkan potensi dan kearifan lokal.
"Kami berharap KDMP tidak hanya menjadi bangunan fisik ataupun sekadar memenuhi aspek administrasi, tetapi benar-benar menjadi wadah ekonomi yang mampu menopang perekonomian masyarakat," kata Algafry di Koba, Senin.
Pihaknya berkomitmen mengembangkan usaha KDMP sesuai dengan potensi dan kearifan lokal di masing-masing desa dan kelurahan, agar koperasi memiliki usaha yang relevan dengan karakteristik wilayahnya.
Menurut dia, pemerintah daerah mendukung program Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan KDMP sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.
"Keberadaan koperasi ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi lokal, membuka akses usaha bagi masyarakat melalui pengembangan produk lokal, serta mendorong pengelolaan potensi dan kearifan desa agar lebih terorganisasi dan optimal," ujarnya.
Algafry mengatakan, pengembangan usaha yang berbasis potensi lokal diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk desa, memperluas peluang usaha masyarakat, serta menjadikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia mengatakan Kabupaten Bangka Tengah memiliki 56 desa dan tujuh kelurahan yang menjadi sasaran pembentukan KDMP sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis desa.
Meski demikian, kata dia, pemerintah daerah masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan yang menjadi salah satu syarat pembangunan KDKMP.
Ia mencontohkan di Kelurahan Dul pemerintah daerah memiliki aset lahan, namun luasnya belum memenuhi kebutuhan pembangunan.
Di sisi lain, terdapat aset lahan milik PT Timah yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan koperasi tersebut.
"Hal ini terus kami upayakan melalui komunikasi dengan berbagai pihak," ujarnya.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.