Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan sejumlah strategi untuk menjadikan Mentok menjadi salah satu tujuan utama wisata sejarah nasional.
"Kami telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan projek perubahan jangka pendek dapat berjalan sesuai target dan menghasilkan keluaran yang mendukung transformasi tata kelola kebudayaan dan pariwisata berbasis digital menuju destinasi berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah ekonomi daerah," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Bangka Barat Fachriansyah di Mentok, Kamis.
Menurut dia, untuk mendukung berbagai projek yang disiapkan, pihaknya juga telah membuat rancangan aplikasi Si-Baja Mentok atau Strategi Integrasi Warisan Budaya Sejarah dan Pengembangan Pariwisata Sejarah di Kabupaten Bangka Barat Menuju Pusat Destinasi Sejarah Nasional.
"Kami sedang melakukan berbagai persiapan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan projek perubahan ini berjalan sesuai target dan bermanfaat untuk masyarakat, maupun para pengambil kebijakan," katanya.
Ia mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim atau motor penggerak implementasi program dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas agar pelaksanaan berjalan secara terarah, efektif dan terukur.
Selain itu, lanjut dia, juga diadakan diskusi kelompok yang melibatkan lintas sektor, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media dan masyarakat yang rutin digelar untuk menghimpun masukan, menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan proyek perubahan.
"Kami juga sedang menyiapkan penyusunan rancangan peraturan kepala daerah tentang pedoman integrasi kebudayaan dan pariwisata sebagai landasan hukum dalam mengintegrasikan pengelolaan potensi kebudayaan dengan pengembangan sektor pariwisata secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan pola perjalanan wisata lintas kecamatan juga akan disiapkan, salah satunya perjalanan wisata yang menghubungkan potensi sejarah dan budaya di Kecamatan Mentok dan Tempilang agar lebih terintegrasi.
Melalui pola perjalanan wisata ini diyakini mampu memperluas sebaran kunjungan wisatawan, meningkatkan lama tinggal wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Berbagai strategi perubahan ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola kebudayaan dan pariwisata yang semakin inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan.
"Dengan pola baru yang sedang disiapkan ini kami yakin akan mampu meningkatkan pendapatan daerah, pertumbuhan ekonomi sirkuler dan mampu memberikan dampak positif pada program pemberdayaan masyarakat," katanya.
Ia berupaya berbagai masukan yang sudah disampaikan menjadi bahan penyempurnaan rancangan program perubahan sebelum memasuki tahapan implementasi berikutnya.
"Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan masukan dan mereka juga berkomitmen mendukung keberhasilan strategi ini, semoga apa yang sudah kita siapkan mampu meningkatkan daya saing sektor kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bangka Barat," katanya.
Mentok sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia memiliki banyak peninggalan bangunan bersejarah, mulai dari masa Kesultanan Palembang, sejarah penambangan bijih timah hingga menjadi lokasi pengasingan bagi delapan tokoh utama RI pada tahun 1948-1949, yakni Soekarno, Mohammad Hatta, Mr Mohammad Roem, Mr A Gafar Pringgodigdo, Mr As’at, Komodor Suryadarma, Mr Ali Sastroamidjoyo dan H Agus Salim.
Pewarta: Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.