Belitung (ANTARA) - Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat total transaksi pada Belitung Expo 2026 yang berlangsung di pantai Tanjungpendam mulai 1-5 Juli mencapai Rp1,46 miliar.
"Capaian omset menyentuh angka Rp1,46 miliar ini membuktikan bahwa kegiatan Belitung Expo 2026 berhasil secara nyata menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Kepala Bidang Koperasi dan UKM, DKUKMPTK Belitung, Edi Siswaya di Tanjungpandan, Kamis.
Menurut dia, Belitung Expo 2026 telah sukses menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu.
Disampaikan, kegiatan Belitung Expo 2026 juga menegaskan kembali peran strategis sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia merincikan, perputaran omset terbesar disumbang oleh klaster jajanan kekinian yang mencapai Rp273.493.000, diikuti oleh klaster berkembang sebesar Rp205.660.800.
Selanjutnya, untuk klaster makanan Nusantara mencatatkan transaksi sebesar Rp183.672.000, klaster Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi Sektoral sebesar Rp182.243.000, serta kategori Cafe dan Coffee Shop sebesar Rp162.363.500.
Sedangkan untuk kategori tambahan atau penunjang berhasil membukukan Rp100.985.000 dan klaster kriya (kerajinan tangan dan souvenir) sebesar Rp18.555.000.
"Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata penguatan kesejahteraan yang langsung dirasakan oleh para pelaku UMKM," ujarnya.
Ia menambahkan, kesuksesan tersebut juga didorong oleh tingginya kunjungan masyarakat selama berlangsungnya kegiatan Belitung Expo 2026.
Berdasarkan data karcis masuk Pantai Wisata Tanjungpendam, jumlah pengunjung selama lima hari kegiatan mencapai 18.100 orang.
"Antusiasme 18.100 pengunjung yang hadir memberikan dampak akselerasi ekonomi yang nyata bagi pelaku UMKM," kata Edi Siswaya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.