Bangka Barat (ANTARA) - Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendorong festival durian jerieng yang dirangkaikan dengan kontes durian di Desa Pelangas, Kabupaten Bangka Barat menjadi salah satu rangkaian pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 20 Desa Wisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kegiatan ini menjadi salah satu target unggulan kami dalam mendatangkan wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari saat menghadiri kegiatan tersebut di Desa Pelangas, Kabupaten Bangka Barat, Kamis.

Ia mengatakan kegiatan ini mampu memperkuat potensi wisata berbasis kearifan lokal dan dapat berkembang menjadi agenda pariwisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung.

Desa Pelangas dikenal memiliki kawasan kelekak yang menghasilkan beragam jenis durian lokal dengan cita rasa khas. Dan di kontes ini, beragam varietas unggulan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai upaya menemukan sekaligus melestarikan plasma nutfah durian lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Festival durian jerieng tidak hanya menampilkan kontes durian, tapi juga dipadukan dengan tradisi budaya nganggung durian sebagai daya tarik wisata yang kami kemas dengan mengangkat potensi budaya lokal melalui tradisi nganggung durian," terang Widya.

Menurutnya durian Bangka Belitung merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah yang nantinya mampu menarik kunjungan wisatawan.

"Durian dapat menjadi komoditas unggulan kita untuk mendatangkan wisatawan, seperti di Malaysia, wisatawan asing sengaja berkunjung hanya untuk menikmati durian di sana. Semoga nanti durian dari Bangka Belitung juga dapat menarik kunjungan wisatawan," harapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Irman, mengatakan festival ini upaya pemerintah daerah mencari sumber daya genetik lokal yang berpotensi didaftarkan ke kementerian sebagai varietas unggul lokal nasional.

Sebanyak 52 varietas durian lokal mengikuti kontes tahun ini. Penamaan varietas durian biasanya berasal dari nama desa, sungai, lokasi tumbuh maupun nama pemilik pohon.

"Varietas seperti Namlung dan Klamunod telah menjadi contoh durian unggul lokal yang mampu bersaing secara nasional," ujarnya.

Menurutnya apabila suatu varietas telah terdaftar, nilai ekonominya dapat meningkat berkali-kali lipat, dan tugas pemerintah adalah menjaga plasma nutfah serta melestarikan varietas lokal agar tidak punah akibat modernisasi pertanian.

"Festival ini diharapkan dapat mendorong potensi durian lokal tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan di Bangka Belitung dan kali ini dipusatkan di Desa Pelangas sebagai bagian dari pengembangan Program 20 Desa Wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Dan kontes durian idealnya diselenggarakan minimal dua tahun sekali. Selain mempertimbangkan siklus berbuah tanaman durian yang tidak selalu setiap tahun, pelaksanaan berkala juga memberikan kesempatan bagi varietas-varietas unggul lainnya untuk ikut diperkenalkan.

"Setelah ditetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga, pemerintah tidak berhenti sampai di situ. Varietas-varietas unggulan tersebut akan tetap mendapatkan pembinaan sebagai bagian dari upaya pengembangan durian lokal Bangka Belitung," tutupnya.



Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026