Pangkalpinang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadikan Explore Babel 2026 sebagai ruang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong UMKM serta ekonomi kreatif agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy S Tamawiwy mengatakan Explore Babel 2026 mengusung tema "Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Bangka Belitung Berdaya dan Berkelanjutan".
"Kemajuan Bangka Belitung tidak dapat dibangun sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan sinergi, kolaborasi, inovasi dan semangat besaoh atau gotong royong," kata Rommy dalam kegiatan Explore Babel 2026 di Bangka Belitung, Jumat (28/8).
Ia mengatakan rangkaian Explore Babel 2026 telah dimulai sejak April 2026 dan melibatkan lebih dari 250 UMKM dalam berbagai kegiatan, mulai dari pre-event, side event hingga main event yang berlangsung selama tiga hari.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga melibatkan lebih dari 20 mitra strategis dalam membangun sinergi dan kolaborasi untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.
"Kalau dilihat dari sisi transaksi, sampai hari ini sudah mencapai Rp2,2 miliar untuk transaksi UMKM, dan ini belum dimulai tiga hari acara puncak," ujarnya.
Rommy menegaskan Explore Babel bukan sekadar kegiatan yang menjadi milik BI, tetapi merupakan panggung karya terbaik UMKM Bangka Belitung, sekaligus wadah apresiasi bagi seluruh pihak yang berkolaborasi.
"Explore Bangka Belitung bukan punya Bank Indonesia. Explore Bangka Belitung adalah panggung karya terbaik dari UMKM Bangka Belitung," katanya.
Sementara itu, Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, pemerintah kabupaten/kota, perbankan, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif dan seluruh mitra strategis yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan Explore Babel 2026.
Menurut Ricky, Explore Babel yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam bukan lagi sekadar agenda tahunan, melainkan telah menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Ia mengatakan tema "Harmoni Serumpun Sebalai Menuju Bangka Belitung Berdaya dan Berkelanjutan" sangat relevan dengan kondisi perekonomian daerah yang membutuhkan sinergi berbagai pihak.
"Dalam falsafah Serumpun Sebalai, keberagaman itu dipersatukan dalam satu tujuan. Bagi perekonomian, potensi suatu daerah akan menghasilkan dampak besar apabila pemerintah, pelaku usaha, perbankan, komunitas dan masyarakat bergerak harmonis dan sejalan," ujarnya.
Ricky menyebutkan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan II 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sedangkan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung tumbuh 4,1 persen.
Sementara itu, inflasi Bangka Belitung pada Juli 2026 tercatat 2,62 persen secara tahunan dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.
Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Babel ditopang antara lain oleh sektor konstruksi serta penyediaan akomodasi dan makan minum, disertai kinerja pertanian dan perdagangan yang didukung komoditas kelapa sawit dan perikanan.
Di sisi lain, aktivitas pertambangan timah dan ekspor komoditas unggulan masih menghadapi tantangan sehingga diversifikasi ekonomi dan peningkatan nilai tambah menjadi kebutuhan bagi daerah.
"Bangka Belitung memiliki modal yang kuat, mulai dari kekayaan alam, keindahan pariwisata hingga kreativitas masyarakat. Lebih dari 132 ribu UMKM memiliki produk mulai dari olahan hasil laut, kerajinan, fesyen hingga tenun," katanya.
Ricky mengatakan tantangan selanjutnya adalah mendorong UMKM agar naik kelas melalui peningkatan kualitas dan kemasan produk, perluasan akses pembayaran digital, pembiayaan serta pasar.
Ia juga menyebutkan ekosistem pembayaran nontunai di Babel terus tumbuh. Hingga Juli 2026, jumlah merchant QRIS telah mencapai lebih dari 196 ribu merchant dengan lebih dari 262 ribu pengguna dan volume transaksi mencapai sekitar 2,9 juta transaksi.
Dari jumlah merchant tersebut, mayoritas berasal dari pelaku usaha mikro sebanyak sekitar 125 ribu merchant dan usaha kecil sekitar 30 ribu merchant.
"Di sinilah Explore Babel hadir sebagai ruang transaksi, kolaborasi dan penciptaan dampak," katanya.
Ricky mengatakan Explore Babel 2026 turut menghadirkan lebih dari 100 UMKM dengan beragam produk unggulan untuk memperluas akses pasar, sekaligus mengangkat sektor pariwisata, kuliner halal, ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan.
BI, kata dia, berkomitmen melanjutkan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis untuk menjaga inflasi, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, mengembangkan UMKM dan ekonomi keuangan inklusif, serta mendukung sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penguatan kerja sama antardaerah antara Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga.
Selain itu, BI bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Kementerian Keuangan juga mendorong pengembangan Desa Devisa sebagai upaya melahirkan klaster usaha yang tangguh, berkelanjutan dan siap menembus pasar ekspor.
Asisten Administrasi Umum Pemprov Bangka Belitung Elius Gani mengatakan Explore Babel 2026 tidak sekadar festival, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mempertemukan berbagai potensi daerah, mulai dari kuliner, wastra, musik tradisional, budaya, UMKM hingga destinasi pariwisata unggulan.
"Eonomi kreatif merupakan salah satu kekuatan penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah. Karena itu, kita harus terus memberikan ruang, akses dan kesempatan kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk tumbuh, berinovasi, meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar," katanya.
Ia berharap Explore Babel 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, memperluas pasar UMKM, mendorong sektor pariwisata serta memperkenalkan potensi Bangka Belitung ke tingkat nasional.
Rommy mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengeksplorasi keunggulan Bangka Belitung serta tidak menunggu pihak lain untuk mengembangkan potensi daerah.
"Mari kita explore keunggulan Bangka Belitung. Kalau bukan kita, siapa lagi? Waktunya adalah hari ini. Kalau bukan hari ini, kapan lagi?" ujarnya.
Ia meyakini sinergi BI, pemerintah daerah, mitra strategis, instansi vertikal, akademisi, dunia usaha dan masyarakat dapat mewujudkan UMKM yang tangguh serta Bangka Belitung yang semakin berdaya saing menuju Indonesia Maju.
Pewarta: Try M HardiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.