Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendampingi pemerintah desa mengembangkan perpustakaan desa agar mampu menjalankan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sehingga secara optimal memberi manfaat nyata untuk kesejahteraan masyarakat.

"Untuk Kabupaten Bangka Barat, kita telah melakukan kesepakatan kerja sama dengan 38 desa untuk bersama-sama menjalankan Program TPBIS," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Babel Harpin di Pangkalpinang, Jumat.

Selain melaksanakan penandatangan kerja sama, pada pertemuan bersama 38 perwakilan pemerintah desa di Kabupaten Bangka Barat tersebut, pihaknya juga memberikan pelatihan Program TPBIS dan materi Sistem Informasi Manajemen (SIM) TPBIS.

"Kerja sama ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah mendorong agar perpustakaan benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan melalui Program TPBIS, perpustakaan didorong mampu bertransformasi dari yang sebelumnya sekadar tempat membaca dan meminjam buku bertransformasi menjadi ruang belajar, berbagi, bertemu dan pemberdayaan masyarakat.

Perpustakaan harus mampu mengambil peran dalam peningkatan keterampilan, literasi digital, kewirausahaan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Untuk mewujudkan hal itu, kata dia, berbagai program di perpustakaan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Jika masyarakat membutuhkan keterampilan, katanya, perpustakaan memfasilitasi kegiatan keterampilan, jika masyarakat membutuhkan literasi digital, perpustakaan perlu menghadirkan pembelajaran digital.

"Jika pelaku UMKM membutuhkan peningkatan kapasitas, perpustakaan dapat menjadi ruang belajar dan berbagi pengetahuan," ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut diharapkan para pengelola perpustakaan desa memberikan berbagai masukan untuk mencari solusi atas kendala yang terjadi selama ini, mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan dan menyusun langkah nyata untuk pengembangan perpustakaan masing-masing.

"Keberhasilan TPBIS tidak berhenti pada dokumen kerja sama yang ditandatangani, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Untuk itu perlu kolaborasi antara perpustakaan desa dengan pemerintah desa, sekolah, PKK, Karang Taruna, UMKM, komunitas, dan berbagai unsur lainnya agar Program TPBIS semakin berkembang," katanya.

Harpin berharap, 38 perpustakaan desa mitra TPBIS di Kabupaten Bangka Barat dapat menjadi motor penggerak literasi di tingkat desa dan melahirkan berbagai praktik baik yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Desa Belolaut Ibnu Ishak mengatakan keberadaan Program TPBIS memberikan motivasi bagi pengelola untuk mengembangkan perpustakaan desa menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Perpusdes Belolaut menjadi salah satu penerima bantuan TPBIS pada 2021 dan saat ini sudah memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar.

"Pengunjung perpusdes lebih variatif, bukan hanya pelajar, tetapi juga ibu-ibu PKK dan warga lainnya. Perpustakaan akhirnya menjadi pusat kegiatan masyarakat," katanya.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026