Bangka, Babel (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan transaksi berbasis digital dalam perdagangan pasar tradisional di daerah itu.
Kepala Disnakerperindag Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto di Sungailiat, Senin, mengatakan, pihaknya sengaja mengembangkan transaksi perdagangan berbasis digital di pasar tradisional bekerja sama dengan salah satu lembaga perbankan mitra Pemerintah Kabupaten Bangka.
Ia mengatakan pembayaran digital akan menerapkan metode Quick Response Code Indonesian (QRIS) dan pembayaran Virtual Account (VA).
"Pembayaran berbasis digital baik menggunakan metode QRIS atau VA, menjadi sebuah tuntutan dalam setiap transaksi karena menciptakan proses jual beli yang lebih cepat, efisien dan aman dibanding sistem manual atau uang tunai," ujar dia.
Dia mengakui membangun sistem pembayaran berbasis digital untuk menciptakan tata kelola keuangan yang transparan, efisien dan aman akan dilakukan secara bertahap.
"Kami sudah menandatangani perjanjian kerjasama dengan salah satu bank mitra pemerintah daerah untuk memfasilitasi layanan transaksi digital bagi para pedagang," kata Ismir.
Ismir Rachmaddinianto menjelaskan pedagang menjual barang dagangan menempati di meja atau lapak pedagang, kios dan ruko dengan harapan ke depan semua pedagang sudah menerapkan sistem pembayaran berbasis digital.
"Bagi pedagang dengan menerapkan sistem pembayaran digital tidak perlu repot lagi menyiapkan banyak uang kembalian atau menghitung uang tunai secara manual," jelasnya.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.