Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung menyasar 1.023 keluarga berisiko stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada 2026.

Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah Wiwik Susanti di Koba, Sabtu, mengatakan jumlah sasaran tersebut merupakan bagian dari penguatan intervensi stunting yang melibatkan berbagai pihak.

Program genting berjalan sejak 2025 dengan sasaran awal 1.136 keluarga berisiko stunting. Pada 2026, sasaran tercatat sebanyak 1.023 keluarga yang mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan masing-masing.

“Dukungan tidak hanya berupa pemenuhan nutrisi, tetapi juga penyediaan jamban sehat hingga rumah layak huni sesuai kebutuhan keluarga sasaran,” katanya.

Menurut dia, program tersebut melibatkan Baznas, OJK, Bank Sumsel Babel, Sekretariat Daerah, organisasi perangkat daerah, UPT BKN Provinsi, Kementerian Agama dan Bank Syariah Babel.

Selain genting, kata dia, pihaknya juga memperkuat pencegahan stunting melalui pendampingan Posyandu dengan melibatkan organisasi perangkat daerah.

Pendampingan menyasar ibu hamil, bayi di bawah dua tahun, balita, remaja hingga lanjut usia melalui penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan serta pemeriksaan kesehatan.

Wiwik mengatakan rangkaian intervensi tersebut diarahkan agar pencegahan stunting tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berlanjut melalui edukasi, pemantauan dan perubahan perilaku keluarga.

"Kita terus berupaya memastikan keluarga memiliki pengetahuan dan dukungan memadai untuk menjaga tumbuh kembang anak serta mencegah munculnya kasus stunting baru," ujarnya.



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026