Koba, Babel, (ANTARA) - Hasil perkebunan lada putih, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, siap memasuki pasar ekspor tujuan Belanda sebagai bagian dari pengembangan komoditas unggulan berorientasi ekspor.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Senin, mengatakan Belanda menjadi salah satu negara yang siap menerima komoditas lada putih dari daerah tersebut.
"Kita juga sudah meluncurkan desa devisa dan salah satu produknya adalah lada putih kita lepas untuk dipasarkan ke pasar global,” katanya.
Menurut Algafry, pengembangan lada putih tersebut dilakukan melalui program Desa Devisa untuk membuka akses pemasaran komoditas lokal ke pasar global.
Selain lada putih, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menyiapkan lidi nipah dan produk olahan ikan sebagai komoditas unggulan dalam program Desa Devisa.
Penguatan program tersebut mencakup 10 desa, yaitu Sungkap, Keretak Atas, Namang, Kurau Barat, Kebintik, Benteng, Sungaiselan, Kurau, Air Mesu, dan Air Mesu Timur.
Program tersebut dikembangkan pemerintah daerah bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Latih Asri Desa Sungkap, Mintarya berharap program Desa Devisa dapat mengembalikan lada Desa Sungkap sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Gapoktan Latih Asri menaungi 17 kelompok tani dengan sekitar 25 anggota setiap kelompok yang mengelola lahan lada seluas 50 hektare.
Saat ini, produksi lada Desa Sungkap rata-rata mencapai 10 hingga 15 ton per tahun dengan harga jual sekitar Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.
Mintarya mengatakan keterbatasan pemasaran masih menjadi persoalan petani sehingga pembukaan akses pasar baru diharapkan dapat meningkatkan penyerapan hasil produksi.
“Karena sekarang pemasaran kami masih terbatas. Mudah-mudahan nanti bisa semakin terbuka untuk wilayah pemasarannya,” katanya.
Petani juga akan membenahi kualitas produksi melalui pengembangan varietas bibit unggul lokal agar lada Desa Sungkap mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
“Kita akan perbaiki dulu varietas bibitnya dan akan kita kembangkan lagi bersama teman-teman di Gapoktan,” ujar Mintarya.
Pewarta: AhmadiEditor : Feny Aprianti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.